Sumber: http://loymachedo.com/ |
William Hung; Sang Fenomena |
![]() |
T2; Dari Sedikit yang Sukses (Sumber: http://music.oryn-cell.com) |
Sumber: http://loymachedo.com/ |
William Hung; Sang Fenomena |
![]() |
T2; Dari Sedikit yang Sukses (Sumber: http://music.oryn-cell.com) |
Label: gaya hidup, musik, televisi
Dirangkai oleh Rae pada 11:37:00 PM 5 tanggapan
Label: musik
Dirangkai oleh Rae pada 3:01:00 AM 2 tanggapan
“Pada saat penyusunan album ini, kami sempat berdiskusi tentang topik yang akan diangkat. Seperti apa fenomena sosial yang muncul dalam 5 tahun ke belakang. Ternyata, topik-topik ini sudah kami bahas di album sebelumnya! 5 tahun berlalu, masalahnya masih juga sama. Intoleransi beragama, kekerasan aparat, korupsi, dan lainnya. Ternyata kita stagnan. Rasanya seperti menyanyikan lagu lama yang masih kontekstual hingga saat ini.” – Edy Khemod
Label: musik
Dirangkai oleh Rae pada 2:31:00 PM 3 tanggapan
Pertama adalah /rif ketika itu adalah band medioker. Namanya kalah besar dibandingkan Jamrud, Slank, atau Boomerang. Saya yang tidak suka menjadi bagian dari arus utama membutuhkan idola baru dari kalangan medioker. Jatuhlah pilihan saya kepada /rif.
Hal kedua yang membuat saya suka dengan /rif adalah konsep band. /rif sebagai sebuah band memiliki konsep yang jelas sehingga tampak berkharisma. Sering tampil dengan gaya teatrikal dan gaya pakaian yang unik membuat penampilan mereka memiliki nilai lebih ketimbang ketika mendengarkan rekaman audio mereka saja. Ketika saya menonton konser pertama mereka tersebut, Andy, sang vokalis, naik panggung dengan menggunakan tongkat karena kakinya terkilir. Bukannya menjadi pengganggu, tongkat itu justru dimainkan sebagai bagian dari pertunjukan.
Ketiga, musik yang asyik. Bagus tidaknya musik memang debatable, karena hal ini berkaitan dengan selera masing-masing orang. Ada yang bilang musik /rif tidak ada kekhasannya sama sekali. Tidak memiliki signature yang membedakan dengan band-band sejenis. Tapi saya menilai musik mereka memiliki rentang genre yang cukup luas meskipun masih tetap konsisten di jalur rock. Hal ini membuat musik mereka tidak mudah untuk dicerna. Namun demikian, justru karena itu saya jadi tidak mudah bosan dengan musik mereka.
Alasan keempat inilah yang paling membuat saya menetapkan hati kepada mereka, lirik. Di tahun 2000, /rif baru mengeluarkan dua album, yang terakhir adalah Salami (1999). Lirik-lirik yang ada di dalam album ini sangat dalam, serius, dan diksi yang digunakan amat baik.
Label: musik
Dirangkai oleh Rae pada 11:57:00 AM 4 tanggapan
"Aku sudah bosan dengarkan kata-kata, Aku sudah muak dengarkan ceritamu. Dan aku sudah lelah dengar harapan." (Impresi - Pas Band)
"Kita bosan dengarkan banyak alasan. Kita bosan dengarkan cerita." (Jengah - Pas Band)
"Jangan ijinkan aku mendisiplinkan diri ke dalam barisan." (Barisan Nisan - Homicide)
"Tinggal di negara yang sakit, kami harus menjaga diri kami tetap waras." (Luka Bernegara - Cupumanik)
Label: indie, mimbar terbuka, musik, politik, sosial
Dirangkai oleh Rae pada 10:51:00 PM 0 tanggapan
Digdayanya Amerika Serikat sampai-sampai ribuan bahkan jutaan orang di dunia berusaha datang ke sana untuk mengadu nasib. Itulah benang merah dari flm Crossing Over. Diceritakan dalam beberapa fragmen, nasib para imigran dari berbagai latar budaya yang datang bukan hanya untuk uang, tapi juga demi mendapatkan kewarganegaraan. Bagaimana haru-biru perjuangan imigran ini sampai dapat mengucapkan sumpah untuk menjadi warga negara Amerika Serikat.
Hal yang sama mungkin yang mendasari Warga Yahudi "pulang kampung" ke Tanah yang Dijanjikan, The promised land. Merasa Tuhan telah menjanjikan cukilan tanah di perbatasan tiga benua tersebut sebagai haknya, maka apapun akan mereka lakukan. Meraka tidak merasa sedang mengokupasi siapapun. Mereka hanya merasa sedang memperjuangkan haknya.
Untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, manusia akan mengusahakan banyak hal, termasuk berpindah. Rasulullah pun mengajarkan hijrah. Lalu bagaimana dengan Jakarta? Dengan segala baik dan buruknya, Jakarta masih mampu menarik banyak orang untuk mengadu peruntungannya di metropolis ini. Sebagian berhasil, sebagian gagal. Di manapun rasanya ceritanya akan sama. Tapi untuk saya, Jakarta punya rasa yang sedikit berbeda dibandingkan dengan Amerika Serkat atau tanah yang dijanjikan. Buat saya, Jakarta lebih mirip lubang hitam. Sesuatu yang tidak hanya menarik, tapi juga menelan apapun yang masuk ke dalamnya.
Apapun itu, sebagai penutup, mari kita nikmati lagu dari Bangkutaman. Sebuah persembahan untuk Jakarta.
Label: ambisi, catatan terbuka, film, musik
Dirangkai oleh Rae pada 10:39:00 AM 3 tanggapan
it's been a while since my last attendance on their gig. it's more than five years ago at Pekan Raya Jakarta. I remember the night. the night, that made me poke someone there that I don't know and ask, "bang, boleh numpang tidur gak? saya dari bogor nih. udah kemaleman kalo mau balik sekarang." that was freak. yeah, that's one story when I was a young gun, not a rusty revolver like now.
so when i got the information that Pas will play at Taman Mini Indonesia Indah, I think this is something that I couldn't miss. well, not only because I haven't go to any gig in the last few years, but there is some several other reasons:
Label: catatan terbuka, gaya hidup, indie, musik
Dirangkai oleh Rae pada 11:53:00 PM 2 tanggapan
walau hanya sekejap, tapi saya berani bilang bahwa saya pernah berkecimpung di dunia kreatif. sebagaimana anak muda lain yang sedang meraba identitasnya, saya memilih untuk nge-band bersama teman-teman sekolah ketika itu. dengan modal suara pas-pasan dan pengetahuan struktur lagu yang jauh dari memadai, saya masih mampu membuat beberapa lagu. ya, beberapa lagu.
lagu-lagu yang selalu dengan bangga saya dendangkan sambil bersusah payah menarikan jemari mengganti kuncian pada frat-frat gitar. tidak peduli ada atau tidak ada yang mendengar, tidak peduli ada atau tidak ada yang mengapresiasi. untuk saya, dengan kemampuan minimal, mampu merangkai lagu sendiri adalah kebanggaan.
Label: lirik sendiri, luar negeri, musik, persaingan, politik
Dirangkai oleh Rae pada 10:51:00 PM 3 tanggapan
di saat anak-anak gamang mencari pegangan akan siapa yang dapat dijadikan sebagai role model, mbah surip hadir untuk manjadi tempat berpegangan sementara. krisis lagu anak-anak membuat lagu tak gendong menjadi sangat dekat dengan dunia anak-anak.
yah, lagu ini sejatinya tidaklah dibuat untuk membidik pasar anak-anak. tetapi lirik dan musik yang sederhana justru membuat lagu ini amat kuat menggamit konstituen anak-anak. lebih dari itu, lagu ini tidak perlu membuat orang tua khawatir, karena temanya bukan sesuatu yang menyangkut selingkuh, putus cinta, dan "blablabla"-nya orang dewasa.
mbah surip bukan anak kemaren sore di dunia musik indonesia. kiprahnya sudah semenjak bertahun-tahun yang lalu. perjuangannya tidak mudah. kalau sekarang ia sesukses saat ini, nyata bahwa ia bukanlah buah karbitan ala acara talent show seperti aindoensian idol. ia adalah buah dari kerja keras dan konsistensi.
maka dari itu, mari lupakan soal kualitas, lupakan keindahan vokal, lupakan kekuatan napas, vibra, falset, lirik puitis, atau apapun itu. karena itu semua bukanlah dagangan yang ada di tiap lapak lagu mbah surip. mbah surip adalah seorang penyanyi yang tidak hanya bernyanyi untuk mereka yang mendengarkan, tapi lebih dari itu, dia bernyanyi untuk dirinya sendiri dengan jujur. setiap nyanyian yang jujur akan selalu dapat diapresiasi dengan baik oleh orang lain, seaneh apapun lagu itu. mbah surip sudah membuktikannya.
Label: cerita orang, musik
Dirangkai oleh Rae pada 4:10:00 PM 2 tanggapan
perjalanan musik di setiap generasi pasti punya perjuangannya masing-masing. masih inget gimana koes ploes berusaha melawan Bung Karno yang benci musik rock (Bung Karno menyebutnya musik ngak ngik ngok) karena menilai rock adalah produk barat yang tidak sesuai dengan falsafah budaya indonesia. masih ingat bagaimana koes ploes akhirnya memberikan sederet antitesis melalui lagu Nusantara, Nusantara 2, Nusantara 3, dan seterusnya. mereka berusaha menunjukkan bahwa aliran musik tidak memiliki korelasi apapun dengan nasionalisme.
inget juga gimana musik metal mati-matian berjuang melawan persepsi umum untuk dapat diterima sebagai aliran musik bukan murahan di akhir 80-an. sampai akhirnya metallica membuat "proposal perdamaian" antara "selera pasar" dan "idealisme metal" sehingga musik metal dapat diterima oleh banyak orang.
setiap masa punya perjuangannya masing-masing, hip-hop, grunge, punk, bahkan musik melayupun punya ceritanya masing-masing. dulu banyak orang yang mempertentangkan antara musik major label dengan musik indie label. tapi kemudian perbedaan nilai antara keduanya sudah semakin bias, hingga kemudian orang-orang indie (entah karena pembenaran mereka yang mulai memakai cara-cara major label dalam berdagang) lebih sepakat membedakannya menjadi musik bagus dan musik tidak bagus.
bicara tentang musik, rasanya tidak adil jika menggunakan batasan-batasan objektif sebagai bahan penilaian. musik adalah soal selera, sesuatu yang subjektif, dan tidak bisa disamaratakan antar orang. jika kita ingin memberi cap sebuah musik itu Bagus maka pasti akan mendapatkan resistensinya dari sebagian orang, begitu pula ketika kita menilai sebuah musik itu jelek, pasti akan menimbulkan resistensi dari orang yang lain.
rasanya lebih tepat jika membedakan musik antara Disukai dan Tidak Disukai. tentunya penilaian ini akan menjadi berbeda dari tiap orang. tidak perlu lagi ada cela-celaan terhadap salah satu genre musik tertentu. gak perlu ngehina rock sebagai musik ngak ngik ngok, gak perlu juga david naif ngejelek-jelekin kangen band mulu. musik adalah soal selera, maka dari itu jujurlah kepada diri sendiri tentang selera kita. kalo emang hobinya musik melayu, silahkan garap itu. kalo sukanya musik metal silahkan dengerin lagu itu. perbedaan genre bukan menunjukkan kelas, karena genre tidak dibatasi dengan garis horisontal yang memisahkan atas dan bawah. yang dibutuhkan adalah saling menghormati dan memberi kesempatan bagi semua jenis musik untuk dapat berkembang.
Label: gaya hidup, musik, rae against the machine
Dirangkai oleh Rae pada 10:18:00 AM 6 tanggapan
you
out of my soul
out of my mind
out of my head
out of my dream
my agenda
my juridiction
and everything
cause you just make me dizzy
and you take me down to the valley
please
out of my soul
out of my mind
out of my head
out of my dream
my concern
my priority
staying away
Label: lirik sendiri, musik
Dirangkai oleh Rae pada 3:56:00 PM 0 tanggapan
dua-duanya seksi. ha ha ha... sementara otak gue mandek mau ngomongin apa. mari kita membicarakan hal-hal yang sedikit tidak berguna ini dalam perspektif gue.
gue gak suka dewi perssik karena pribadinya yang menyebalkan. entah penilaian gue bener atau salah, tapi gue ngeliat dewi perssik sebagai orang yang belagu. masih inget ketika walikota tangerang ngelarang pertunjukan dewi perssik di teritorinya? dewi perssik ngelawan dengan congkaknya. bahkan sampe ngancem-ngancem pak walikota segala. oh sintingnya dewi perssik. bukannya simpati, terus terang gue malah semakin jijik dengan dia. tidakkah ada sedikit celah di hatinya untuk melihat ketidak senonohan dirinya? liat juga dia yang ngebangga-banggain kalo dia besar di lingkungan pesantren. pendidikan macem apa yang diajarin pesantren itu ke dia. atau mungkin dia cuma sekedar jualan gorengan di lingkungan pesantren itu? gak ikutan ngaji kali ye... he he he....
sekarang kita liat julia perez. orang yang diisukan sebagai selebritis indonesia yang paling gak punya otak ini punya derajad elevasi otak yang sama aja miringnya dengan dewi perssik. kelakuannya gak bisa dipahamin orang banyak. mulai dari keeksibisionisan beliau sampe omongan-omongan dia yang jauh-jauh dari alat kelamin dan sekitarnya. tapi... entah kenapa... gue sempet beberapa kali dibuat simpatik dengan julia perez.
kejadian pertama waktu gue kebetulan secara gak sengaja nyetel silat lidah pas lagi gonta ganti channel tv. ada surat pembaca yang bilang kalo dia udah ngegugurin kandungannya karena dia hamil di luar nikah. di saat panelis laen berusaha bersikap diplomatis dan normatif dalam menyikapinya, julia perez justru mengambil sikap yang sangat tegas dan frontal. dia bilang keputusan sang penanya untuk menggugurkan kandungan adalah salah. apapun alasan yang dipake tetep aja itu adalah salah dan gak bakal ngebuat itu menjadi bener. satu poin untuk julia perez.=)
kejadian kedua waktu gue nonton acara selebriti masak yang menghadirkan julia perez sebagai bintang tamunya. tau acara ini kan? kalo gak tau, acaranya itu kurang lebih begini... si seleb, disuruh belanja dengan list belanjaan yang udah ditentuin, tapi budgetnya dibatesin cuma 25ribu. nah, biasanya si seleb bakal manfaatin keseleban dia untuk nawar harga. mulai dari bagi2 tanda tangan, poto bareng, mpe dicipok gratis. ha ha ha... jadi mupeng. nah, dengan modal muka herno, bodi yahud, dan goyangan manstabs si jupe ini berhasil beli semua belanjaan dengan harga total cuma 5000 rupiah. artinya masih nyisa 20000 lagi dong!!! biasanya, duit sisanya ini bakal dikembaliin lagi ke pembawa acara tersebut yang ngerangkep sebagai koki. tapi si julia perez ini laen... begitu dia selesai belanja, dan duitnya masih nyisa 20000, dia justru nyumbangin duit itu ke kotak amal yang dia temuin di dalem pasar itu! dua poin untuk julia perez.=)
kejadian ketiga yang gue tau adalah ketika aksi harm reduction yang dia lakuin yang berupa bagi-bagi kondom barengan dengan album dangdut dia dikecam sama meutya hatta, sang menteri pemberdayaan perempuan. sebenernya harm reduction di luar negeri sana bukanlah barang baru. di indonesia pun aksi bagi-bagi kondom ini bukan yang pertama kalinya. dulu majalah Trax juga pernah ngelakuin hal yang sama. tapi dasar julia perez apes, dia yang kena semprot. gue sendiri gak setuju dengan harm reduction model begini. tapi yang menarik adalah reaksi yang diambil julia perez. kalo dewi perssik langsung marah-marah gak karuan pas dia dicekal, julia perez justru berusaha introspeksi diri dengan nemuin seseorang yang dianggap lebih ngerti agama dibandingin dia. julia perez gak ngelawan orang yang gak suka sama dia dengan membabi buta. justru dia berusaha meminta nasehat dan diberitau di mana letak kesalahan dia. itu tiga poin untuk julia perez.=)
kalo gue disuruh milih antara dewi perssik dan julia perez (NGAREP LU, RE!!!!!!!!!!!), gue bakal milih julia perez. lebih ada bibit kesantunan di dalam dirinya. walopun pilihan itu sebenernya sama aja dengan memilih yang lebih baik diantara yang buruk. yah, semoga aja bibit kesantunan ini nantinya akan menyadarkan dia menjadi orang yang jauuuuuuuuuuuuh lebih baik. bukan gak mungkin kan? toh inneke koesherawati bisa dapet hidayah yang begitu besar.
Label: musik, senam jari, sosial
Dirangkai oleh Rae pada 4:26:00 PM 10 tanggapan
kalo lo mau bikin band, dan lo pengen band lo tenar!!! coba deh lo kasih nama band lo pake judul lagu /rif.
yah ini cuma urband legend aja sih (lebih tepatnya gue yang lagi bikin urban legend =P). tapi yang jelas radja dan peterpan sukses berat dengan nama band yang juga merupakan judul lagu /rif. jadi kalo lo punya band dengan lagu-lagu keren dan masih ragu untuk masuk ke industri rekaman, coba ganti nama band lo jadi "si hebat", "bunga", "loe toe ye", "salah jurusan", atau "arah"
Label: canda tawa, musik, tipu daya
Dirangkai oleh Rae pada 2:39:00 PM 0 tanggapan
satu badge selalu menggantung di bagian belakang tas saya. tulisannya "straight edge drugs free youth xxx". satu-satunya yang tersisa dari diri saya atas pengembaraan yang telah lama saya tinggalkan. pengembaraan bersama komunitas underground yang sangat-sangat independent. komunitas indie diikat oleh budaya musik yang kuat. kalau di era 80-90an sangat kental nuansa undergroundnya, sekarang komunitas indie sudah lebih terbuka dengan masuknya berbagai jenis musik mulai dari trash sampai musik new wave.
sebagai orang lama yang baru selesai dorman dari hiruk pikuk dunia indie, terus terang saya cukup kaget dengan perkembangan scene indie dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. rupanya saya sudah tertinggal jauh. saya tidak lagi bisa memahami jalan berfikir anak-anak indie. bahkan saya melihat orang-orangnya pun sudah berubah.
jika 10 tahun yang lalu anak-anak indie hanyalah orang-orang yang dianggap sebagai sampah masyarakat (dan orang-orang yang menyampahkan diri mereka sendiri), sekarang semua itu sudah berubah. kesederhanaan yang dulu menjadi identitas komunitas indie telah lenyap tak berbekas. tidak ada lagi anak-anak grunge yang cuek mencari-cari sisa makanan orang yang tak habis di meja-meja restoran fast food (seperti yang dulu biasa dilakukan teman-teman saya). anak indie hari ini dibekali mobil yang nyaman, bahkan terkadang lengkap dengan sopirnya.
tidak ada lagi kaos-kaos murahan dengan tulisan yang isinya kritikan. sekarang distro lebih mirip butik ketimbang media propaganda. kalo dulu saya beli badge straight edge dengan harga sampah, sekarang harga barang-barang di distro semakin tidak masuk akal.
dulu fanzine amat ala kadarnya. majalah yang dibuat dengan serampangan, dengan tulisan yang berisi berbagai hal mulai dari referensi band, review gigs, sampai kritikan-kritikan yang sifatnya destruktif, sekarang sudah berubah. fanzine kini telah menjelma dalam halaman maya, bukan lagi lembaran fotokopian lusuh. memang tidak salah, tapi kenapa sekarang isinya berubah? tidak ada lagi tulisan yang mempertanyakan ketidakadilan. sekarang isinya lebih banyak tentang hal-hal yang berifat keduniawian. bahkan saya tidak habis pikir, kenapa harus mereview kehidupan seorang cewek cantik (secara rutin pula!)? fanzine sudah tidak beda dengan majalah-majalah remaja seperti "Hai" yang telah terjebak dalam selera pasar dan tidak lagi jujur dengan hati.
indie yang berasal dari akar kata independent pada awalnya adalah media untuk menyalurkan apa-apa yang disukai oleh orang-orang yang selama ini termarjinalkan. tempat di mana orang-orang kecil bisa didengar dan eksis. sungguh saya tidak dapat membohongi hati saya. siapa orang-orang yang ada di dalam komunitas ini saat ini? mengapa saya merasa dikhianati oleh komunitas yang pernah memberikan banyak pelajaran bagi saya, ataukah saya yang terlampau kolot? kurang terbuka dengan perubahan yang ada saat ini.
semua sah-sah saja. saya tidak berharap komunitas indie kembali seperti dulu lagi. ketika punk masih berjaya, bukannya pop retro. ketika mohawk masih dibuat dengan lem kayu, bukannya hasil tangan-tangan banci salon. saya juga tidak lantas membenci mereka yang ada saat ini. semua itu soal pilihan. dan bagi saya, komunitas kebanyakaan saat ini lebih banyak perbedaannya dengan saya ketimbang persamaan visi yang kita miliki. saat ini saya masih mencari media pembebasan diri saya. karena komunitas indie tidak lagi banyak memiliki saluran untuk hal itu. saat ini media blog lebih menjadi pilihan yang rasional di mana pemikiran terburuk pun dapat disampaikan dengan gamblang.
didedikasikan untuk ditha desfiana yang sudah mengajak saya bernostalgia sekaligus melongok jauh ke depan dalam luapan waktu.
Label: indie, musik, rae against the machine
Dirangkai oleh Rae pada 2:10:00 PM 7 tanggapan
wahahaha... jangan marah dulu bos. emang kesannya keterlaluan banget untuk mensejajarkan nama sebesar nirvana dengan band kampung kayak kangen band. tapi sebenernya mereka itu punya banyak banget kesamaan.
cerita nirvana berawal dari daerah northwest amerika serikat. kurt cobain (gitar dan vokal), yang merupakan otak nirvana, berasal dari aberdeen, yang merupakan bagian pesisir washington yang kumuh. sama seperti kangen band, yang hanya anak-anak kampung. anak-anak yang di wawancara-wawancara awal mereka dengan tipi masih dengan lugunya sering ngeluarin bahasa-bahasa indigen mereka seperti "kamu orang", "dia orang", dan "kita orang".
di awal karier nirvana, baik kurt maupun krist novoselic (bass) bukanlah orang yang berkecukupan. masalah keuangan selalu menjadi santapan. bahkan setelah nirvana melambung dengan album perdana mereka, bleach dan hit mereka love buzz, kurt dan krist pernah jadi pembersih ruangan. bahkan setelah smells like teens spirit meledak, kurt juga pernah tidur di kursi belakang mobilnya karena nggak sanggup bayar sewa apartemen. satu contoh lagi yang ngegambarin kalo kehidupan awal nirvana gak jauh beda dengan kangen band yang cuma pedagang sendal dan cendol keliling.
jadi untuk apa mencela orang desa? karena nirvana udah ngebuktiin kalo orang kampung pun bisa melegenda dan dihormati oleh seluruh dunia. labih baek kalo kita lebih jujur menilai hasil ketimbang terpengaruh oleh bayang-bayang yang ada di sekitarnya. seperti kata abraham lincoln, "tangkaplah pohonnya, bukan bayang-bayang yang terbentuk olehnya."
Label: musik
Dirangkai oleh Rae pada 2:04:00 PM 6 tanggapan
rolling stones indonesia masuk edisi 32 di bulan desember 2007. dan sebagai hadiah akhir tahun, mereka membuat edisi spesial, yaitu 150 album terbaik yang pernah dihasilkan musisi indonesia. sekedar informasi peringkat pertama didudukin sama "badai pasti berlalu". no wonder lah ya...
ada beberapa fakta yang cukup mengejutkan, karena DUA ALBUM PAS BAND MASUK daftar, bahkan album ep mereka yang berjudul 4 through the sap nemplok di posisi 9. hehehe... agak terlalu personal, tapi emang menarik, selaen itu band indie SORE bisa masukin album mereka di posisi 40. terus terang musik mereka emang cerdas.
yah... urusan ngerangking-rangking gini emang bakal selalu menimbulkan komentar-komentar yang pro maupun kontra. gue gak mau terjebak untuk mereview balik sebuah review, maka dari itu gue hadir dengan 10 album terbaek versi gue! hehehe...
tapi mengingat umur gue yang masih belia (amit-amit dah!) jadi wawasan bermusik gue mungkin hanya terbatas dari awal dekade 90-an aja. tapi gak apa-apa, semua orang berhak untuk menilai.
10 album yang gue anggep paling oke ini gak gue rangking, artinya nomer satu gak lebih baek dari nomer dua, kita anggep aja mereka semua ada pada posisi horisontal.
1. salami (/rif)
album pertama yang gue beli dengan duit gue sendiri. dan gue sama sekali gak nyesel beli album ini. album /rif terbaek karena di album ini musik mereka sangat dewasa, sangat dalam, dan kelam. lirik-lirik yang dibuat andy juga sangat serius, beda dengan album-album lanjutan mereka yang lebih mirip ketoprak.
2. indieVduality (PAS band)
sebenernya gue pengen masukin 4 album PAS band ke dalem daftar ini, tapi nti kesannnya terlalu gimanaaaa gitu...=P akhirnya setelah gue timang-timang inilah album terbaik pas band. di album ini mereka menawarkan lebih dari sekedar musik. mereka menawarkan pengalaman audio yang sampai saat ini belum pernah bisa gue dapetin dari musisi-musisi laen. permainan instrumen yang ciamik, progresi chord yang aneh (gue berusaha menghindari kata pintar), tempo yang berubah dengan drastis dalam satu lagu, dan lirik-lirik yang eksploratif menunjukkan wawasan mereka yang tidak dangkal.
3. the best of (rida sita dewi)
ha ha ha... this badass (still) needs tender, dude! buat gue, trio ini adalah pahlawan musik pop. musik manis, suara lembut gak dibuat-buat, gak ada pamer kualitas vokal. yang bisa gue dapet dari mereka adalah HARMONI. seperti diinfus dengan larutan isotonik, yang bisa bercampur langsung dengan darah. melebur begitu aja. bener-bener manis.
4. terbaik terbaik (dewa 19)
sebuah dilema sebenernya ketika ahmad dhani tiba-tiba kecanduan kahlil gibran. segala sesuatu menjadi berubah. secara musikalitas dhani menjadi lebih kaya dalam bereksplorasi, namun di saat yang sama sebenarnya dhani (dan dewa) mulai memutar navigasi mereka ke arah yang tidak terduga dan meninggalkan akar mereka di rock murni. terbaik terbaik buat gue sebenernya bukan merucuk pada album itu sendiri, tetapi lebih sebagai batas diskografi dewa era ari laso dan once. dewa 19 yang sangat manis dengan nuansa ballad seperti yang tertuang dalam 'cinta kan membawamu kembali' (senada dengan kangen) sampai yang full power di lagu 'cukup siti nurbaya' dengan besetan gitar yang sangat rock. hm... miss that moment.
5. pure saturday (pure saturday)
yupz, gue emang termasuk orang yang kebetulan memantau perkembangan awal musik indie di indonesia (dan kemudian meninggalkannya, dan lalu masuk kembali =P). dan selain pas band, pure saturday adalah second line yang harus kita beri hormat. bicara soal album pertama mereka, (tanpa ada maksud mengecilkan makna lagu-lagu lain seperti "a song' dan "coklat') gak bakal bisa lepas dari lagu 'kosong'. lagu ini punya kekuatan magis yang gak bisa didapet semua band yang pernah bikin hits. satu lagu ini bener-bener lagu yang sangat jujur dan gue rasa menjadi sweetheart untuk siapapun yang ngedengernya. gak bakal ada yang bilang lagu ini jelek.
6. rairaka (AIR)
hahaha. di antara lo semua gue yakin agak gak terlalu ngeh dengan album ini. ini adalah album kedua AIR (sebuah side project dari beng-beng (pas band) dengan adek perempuannya). secara materi lagunya sih biasa-biasa aja. tapi ada kesan unik yang bisa gue tangkep dari album ini. makanya gue suka!=P
7. sheila on 7 (sheila on 7)
ya ya ya... silahkan tertawa. ini emang guilty pleasure gue. tapi sebenernya gak juga, karena menurut gue album ini emang bagus. sekali lagi, gue negesin kalo gue suka musik yang jujur, dan menurut gue album ini emang bener-bener jujur. walaupun gue gak sempet aware dengan lagu 'dan' maupun 'kita' ketika kedua single itu dibuat video klipnya, gue baru tertarik ketika lagu legendaris mereka (yang cuma make 2 kunci itu lho...) 'anugerah terindah yang pernah kumiliki' dan 'kakakku rani' masuk ke Mtv. album bagus, layak untuk kita nyanyiin bareng-bareng sebagai tembang kenangan dua atau tiga puluh tahun lagi.
8. matraman (the upstairs)
pertama gue tau band ini karena mereka muncul sekilas di HAI sebagai the next big thing. di majalah itu dikomentarin bahwa mereka punya vokalis yang tampangnya gak enak buat diliat. waktu itu gue belum denger musik mereka, sampai gue denger matraman... dan inilah awal dari kembalinya gue melirik dunia indie. tanpa pikir panjang, gue langsung nyari temen yang sering nongkrong di distro untuk beliin gue kaset ini. dan emang worth it. album yang pas buat jadi welcome drink gue ke kiprah indie. don't get to drunk, it's just a start!
9. Topeng (Iwa K)
dikit orang yang tau kalo gue sebenernya tertarik dengan musik rap. dari semua album Iwa K (dan juga untuk mewakili album-album rap laen yang pernah nongol di indonesia), gue milih album ini sebagai masterpiece beliau. lagu topeng bener-bener dahsyat. sayang scene rap lokal banyak yang gak fokus dengan yang mereka tuju dan justru ngebuat gue jijik. tapi tetep salut buat iwa k, fade2black, homicide, kripik pedeus, dan saint loco!
10. tanah (Nugie)
album pertama nugie. bagian pertama dari trilogi tanah, air, dan udara. masih kental nuansa seattlesound-nya. lagu-lagu keras yang mengalir cepat tanpa perlu bikin kuping jadi sakit atau otak jadi capek untuk mencerna.
Label: musik
Dirangkai oleh Rae pada 2:17:00 PM 2 tanggapan
musik rock gak pernah mati. rock selalu berevolusi dari waktu ke waktu. kalo mbah-mbah ngomong rock, maka rock yang dimaksud bakalan beda dengan apa yang terbayang oleh angkatan bapak-ibu kita. penafsiran rock dari kedua zaman itu pun bakalan beda dengan apa yang dimaksud dengan rock jaman kita-kita. dedengkot rock emang beatles, tapi sebenernya gue lebih sepakat kalo led zeppelin-lah yang meletakkan dasar-dasar rock n' roll secara kuat.
musik rock adalah musik pemberontakan dan poros utama dari perkembangan aliran musik mainstream saat ini. dari rock kemudian lahir punk dengan dedengkot mereka si sex pistol jahanam itu. dari punk kemudian bergeser lagi jadi grunge yang diaku-akuin asalnya dari seattle. aliran musik yang make embel-embel rock juga gak sedikit, progresif rock yang dimotorin the who sama genesis sempet jadi pedoman musik "pintar" dunia di era 70 sampe 80-an. glam rock juga salah satu cabang rock, walo menurut gue glam rock lebih ke arah attitude si artis ketimbang roh dari musik yang mereka bawain. garage rock yang akhir-akhir ini naek daon lagi menurut gue adalah jenis rock yang paling sederhana sekaligus paling nendang. gue rasa dari jenis inilah rock kemudian bergeser jadi punk. kalo lo liat acara grammy jaman sekarang, nggak jarang pemenang untuk kategori best rock performance ato best rock album justru jatoh ke musisi metal. ini juga nunjukin kalo (r)evolusi rock bener-bener dahsyat. maka dari itu, rock lebih daripada sekedar aliran musik. ngomong-ngomong soal rock n' roll, gak banyak orang yang tau kalo sebenernya jargon rock n' roll ini sebenernya adalah sebuah filosofi hidup. penafsirannya kira-kira begini, hidup itu keras, sekeras batu karang (ROCK), namun demikian, sekeras apapun hidup, hidup tetep harus bergulir (ROLL). [maksa lu!] bodo amat!
sayangnya kayaknya falsafah ini gak dianut oleh banyak rocker. sayang banget kurt cobain harus mati bunuh diri. jim morrisonnya the doors juga sama ajah. sayang juga banyak rocker yang lari ke narkotika. hidup emang keras, tapi hidup harus tetep bergulir.
Dirangkai oleh Rae pada 1:59:00 PM 0 tanggapan
Mtv Indonesia gue nilai udah gagal dalam mengemban misinya sebagai saluran musik. liat aja acara-acara Mtv yang makin hari makin nggak mutu, vj_yang_sumpah najis_abis, dll.
VJ
gue bener2 sebel sama cathy dan ryanti. kenapa sih ngomongnya mesti dibuat seperti bule-bule yang masih susah ngomong pake bahasa indonesia. bahasa inggeris mereka juga nggak bagus2 amat koq! si daniel juga gak kalah tolol! VJ Mtv paling belagu yang pernah ada. terus terang gue rindu duet sarah sechan dan jamie aditya.
MUSIK
musik di Mtv jauh dari beragam. ke mana perginya alternative nations? music non-stop hits-nya juga itu-itu aja. gak ada perkembangan. Mtv Asia HitList juga udah gak ada. padahal acara itu perlu sebagai barometer musik dunia yang ada saat ini. kalo kayak begini terus kesannya Mtv seperti kucing dalam karung, eh, katak dalam tempurung diing... Mtv gagal memberikan wawasan musik yang lebih luas ke masyarakat Indonesia. musiknya gak beragam dan sangat mainstream... tidak mendukung scene-scene local-indie. kalo pun ada yang didukung, sangat terbatas! wawasan musik dari luar juga gak banyak. banyak video klip2 bagus dari luar yang nggak masuk tayangan Mtv. belom lagi kalo kita mo ngomongin musik-musik asik dari negara-negara Asia yang bisa dijadiin inspirasi. Beeeeh....
ACARA
music remedy, global room, gokil, and else you name it laaaah... gak lebih dari sekedar sampah!!! gak ada acara yang mendidik. kalo mendidik emang bukan target dari Mtv, acara-acara yang ada itu menghibur pun tidak!!! ke mana perginya Mtv bujang ketika host-nya masih vincent-desta, ke mana perginya Mtv Most Wanted?
Gue mau Mtv gue yang dulu di era 90-an!!!!!!
Label: gaya hidup, musik, televisi
Dirangkai oleh Rae pada 11:49:00 AM 1 tanggapan
di awal tahun 2004, temen sekamar gue di asrama (mr. rayadeyaka), beresolusi: pokoknya taun ini gue harus bisa bikin film sama novel. anehnya, gue yang biasanya paling anti ikut-ikutan orang laen, merasa tertantang: kenapa nggak? gue juga harus bisa bikin buku dan film! di tengah perjalanan, gue yang memang sejatinya menggandrungi musik, malah nambah janji yang muluk-muluk: mau bikin lagu yang direkam terus disebarluasin. akhirnya, taun 2004 lewat tanpa ada satupun dari cita-cita itu yang tercapai.
rupanya sekedar semangat untuk ngewujudin sesuatu itu masih jauh dari cukup untuk bisa membuatnya jadi nyata. masih butuh kerja keras, ketekunan, dan persistensi untuk menggapainya. tapi satu per satu impian itu mulai terwujud. sebuah buku yang isinya kumpulan esai berhasil gue selesaiin. beberapa komentar bagus juga dateng dari temen-temen gue (mungkin mereka cuma sekedar ingin berbaik hati aja ama gue, jadi muji-muji =D), tapi ada juga yang bilang buku gue gak mutu (bisa dipastiin orang-orang yang ngomong ini adalah orang-orang yang nggak berwawasan luas =P).
lepas dari 2005, gue mulai pesimis kalo cita-cita gue yang dua (bikin lagu ma bikin film) gak bakal kesampean. tapi tadi sore segala sesuatu berubah dengan drastis. tiba-tiba gue menawarkan diri untuk ikut ngebantu pembuatan sebuah film dokumenter ttg kelas gue. bukan film yang terlalu serius dengan storyboard yang mantabh, tapi okelah untuk pemula. dari empat orang yang berkecimpung di proyek ini, gak ada satupun yang sebelumnya pernah ikut dalam sebuah proyek film. banyak maunya, padahal kemampuannya sedikit banget. alhasil, untuk nyelesein durasi 2 menit 30 detik aja dibutuhkan waktu 3 jam pengeditan. mr odonx (orang yang ngaku-ngaku sebagai kembaran gue) pernah bilang: itulah kalo kemampuan terbatas, tapi banyak maunya, jadinya repot sendiri. emang repot sih, tapi asyik juga belajar sesuatu yang baru. make software juga seadanya aja. seorang temen lama gue yang kini menimba ilmu di depok mr fiki (orang satu ini juga diakui sebagai sodara kembar gue, walo secara fisik lebih mirip langit dan bumi) pernah bilang ke gue: dream a lot, think a lot, do a lot. dan itulah yang kita lakuin, banyak bermimpi, banyak berfikir, dan lebih banyak lagi bekerja. (credits goes to: deri, mayang, and detri)
artinya, tinggal satu misi yang belum terlaksana, bikin rekaman. tapi tenang aja, dalam dua hari ini, gue udah mulai ngebentuk tim untuk mewujudkan cita-cita gue ini.
sampai saatnya nanti gue bakal nikmatin indahnya rekahan mekar kuncup bunga yang gue tanam selama ini.
Label: ambisi, catatan terbuka, film, gaya hidup, musik
Dirangkai oleh Rae pada 10:43:00 AM 0 tanggapan
gue inget dua cerita tentang padang pasir. betapa tidak, padang pasir bisa menceritakan berjuta kisah bijak dalam kemonotonan warna dan komponennya
satu video klip dari scorpions, band gaek dari jerman, yang punya judul "under the same sun". video klip ini bukan cuma nampilin band rock dengan jaket kulit yang maenin musik, tapi juga ada cerita yang dikandungnya.
ceritanya itu kalo nggak salah (maaf, udah lama nggak liat video klipnya sih...) ada tiga orang di padang pasir. mereka tersesat dan mulai kehabisan tenaga. tak lama, mereka melihat sebuah kendi air di kejauhan. mereka bergegas berusaha mendekati kendi tersebut. dengan sisa tenaga mereka berlari. namun kemudian, salah satu dari mereka berusaha menjegal yang lainnya. berlanjut dengan yang lainnya menjegal yang lainnya lagi. mereka bertiga berkelahi dalam perjalanan mendapatkan kendi tersebut. tiga orang berkelahi, dan hanya ada satu yang bertahan hidup meninggalkan dua mayat temannya. akhirnya dengan tertatih-tatih ia mendekati kendi tersebut. sesampainya, diraihnya kendi tersebut dan diangkatnya tinggi-tinggi dengan senyum puas. lalu dia berusaha menuang isi kendi tersebut ke mukanya untuk mendapatkan kesegaran dan melepas dahaganya. namun apa dinyana, rupanya bukan air yang menerpa wajahnya, namun hanya pasir. kendi tersebut hanya berisi pasir. sama seperti yang ada di sekitarnya. kalah jadi abu, menang jadi arang
cause we all live under the same sky
we all look up to the same stars
then why can't we live as one.
(jadi inget cerita invasi amerika serikat ke irak...)
cerita kedua gue ambil dari film "sweat" buatan perancis. ceritanya tentang pengkhianatan yang dilakukan diantara sekomplotan penjahat yang baru saja merampok emas. dalam pelariannya, mereka menempuh rute padang pasir yang ada di maroko dengan menggunakan truk gandeng. salah satu adegan yang menarik adalah manakala salah seorang diantara mereka diturunkan di tengah padang pasir dengan kaki terikat pada sebuah jerigen yang berisi air dengan menggunakan rantai baja yang kuat. akhirnya orang tersebut harus berjalan tertatih-tatih di padang pasir sambil menggeret jerigen yang berisi air yang berat. seperti buah simalakama. air dibuang, artinya mati kehausan. air dibiarkan, artinya memperlambat jalan dia. pada akhir kisah diceritakan rupanya kesemua komplotan tersebut tidak ada yang berhasil mendapatkan emas. emas yang ada diambil oleh rekanan mereka yang mengkhianati mereka dan meninggalkan satu-satunya "survivor" dari komplotan penjahat tersebut di pinggir pantai yang berbatasan langsung dengan padang pasir. di depannya membentang samudera, dan di belakangnya padang pasir panas yang penuh dengan ranjau sisa perang. gambar film tersebut ditutup dengan adegan si survivor yang hanya bisa menghitung burung camar yang lewat sambil menunggu ajalnya.
Dirangkai oleh Rae pada 6:32:00 PM 0 tanggapan