Selasa, Juli 21, 2026

Tukang Parkir

Kalau memang ada, apa layanan minimal yang harusnya disediakan tukang parkir? Memandu ketika akan parkir dan keluar parkir? Menghentikan arus lalu lintas ketika kita akan masuk ke jalan? Menyingkirkan kendaraan lain yang menghalangi kendaraan kita ketika hendak keluar parkir? Membantu mengeluarkan kendaraan kita dari lautan kendaraan lain ketika kita akan pergi?

Masalahnya, begini. Di Indomaret deket rumah saya. (Iya, Indomaret yang sebenarnya ada tulisan bebas parkir) ada tukang parkir yang bisa dikatakan... apa yah... pemalas minim usaha.

Dia menghabiskan waktunya duduk di undakan depan Indomaret. Kadang bersender di pilar tembok sekitar tumpukan air minum 19 Liter. Tiap ada sepeda motor yang parkir, dia hanya akan meniup peluitnya satu kali. Prit. Seperti wasit yang mendapati seorang pemain dalam posisi offside. Tidak seperti wasit juga ding. Wasit masih ada berpindah tempat. Sementara tukang parkir ini bergeming. Dia meniup peluit dari tempat duduknya. 

Begitu pula ketika akan ada kendaraan yang keluar dari area parkiran. Bahkan pemilik kendaraan yang harus mendekatinya untuk memberikan uang parkir. Nanti si tukang parkir ini hanya akan meniupkan peluitnya beberapa kali sampai kendaraan yang keluar lepas dari parkiran.

Jadi, si tukang parkir satu ini sebenernya penyandang disabilitas. Salah satu kakinya gak sempurna. Gak tau karena kecelakaan atau cacat dari lahir. Ke mana-mana dia biasa bawa kruk. Jadi mobilitasnya emang terbatas.

Pertanyaan saya, kenapa terus dia milih karir sebagai tukang parkir? Jangan pula dijawabnya, "Ya karena bisanya cuma jadi tukang parkir."

Dia itu gak bisa jadi tukang parkir. Sama seperti dia gak akan bisa jadi atlet lari. Terima saja. Jangan disangkal. 

Kenapa gak milih karir yang lebih masuk akal. Misalnya jadi tukang jahit? Atau pedagang tekwan? Dari banyak pilihan, kenapa harus jadi tukang parkir?

Sekali dua kali sih saya masih ngerasa simpatik dengan keterbatasannya. Tapi lama-lama, saya malah ngerasanya dimanfaatkan. Gak dapat servis apa-apa.

Apakah penyandang disabilitas menjadi tukang parkir adalah contoh pemberdayaan ? Atau justru ini hanya eufemisme dari mengemis? Pemberdayaan atau tipu daya?