Tampilkan postingan dengan label keluh kesah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluh kesah. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 11, 2024

Hal-hal yang tidak saya setujui tentang IKN Nusantara

Disusun sekenanya aja, bukan berdasarkan derajat kepentingan. 

1. Keputusan diambil sepihak, bahkan oleh 1 orang. Idealnya ide pemindahan ibu kota melalui referendum atau setidaknya lewat konsultasi dengan DPR.

2. Lokasi terlalu jauh dari Jakarta. Hal ini akan mengakibatkan biaya sosial yang tinggi.

3. Membangun kota dari nol. Akan lebih murah jika ibu kota baru dibuat dengan mengembangkan kota yang sudah ada.

4. Mungkin tidak perlu pindah ibu kota, cukup pindah pusat pemerintahan. Pindah ibu kota punya konsekuensi yang tidak hanya ditanggung pemerintah, tapi juga instansi atau organisasi lain. Misal: (1) kedutaan besar negara lain harus ada di ibu kota. Otomatis mereka harus pindah. (2) Mungkin banyak organisasi yang di AD/ART-nya memuat bahwa kedudukan organisasinya harus ada di ibu kota, misal: PSSI di statutanya menyebutkan bahwa PSSI harus ada di ibu kota (bukan Jakarta). Mereka juga harus pindah. 

5. Nama ibu kota "Nusantara" juga ditetapkan secara sepihak tanpa melalui konsultasi publik seperti poin nomor 1. Selama ini istilah "Nusantara" selalu digunakan sebagai sinonim dari "Indonesia" setelah sebelumnya direduksi dari konsep kenegaraan kerajaan Singosari. Menyebut ibu kota negara baru sebagai "Nusantara" adalah ahistoris, mengerdilkan, dan membingungkan. Sebagai usul, sebaiknya nama IKN tetap menggunakan nama wilayah setempat sebagai bentuk penghormatan kepada warga setempat.

6. Terlalu banyak proyek infrastruktur mercusuar. Cont: istana negara. Selain mahal, proyek seperti ini juga kurang fungsional. Penggambaran IKN selama ini lebih banyak dinarasikan sebagai suatu tempat yang "wah" dan menarik untuk dikunjungi. Lebih mirip membangun kota wisata ketimbang pusat pemerintahan. 

Jumat, Juni 09, 2017

Warisan, Tapi Bukan yang Itu

Kebetulan saja kita lahir di Indonesia, jadi bisa pasang avatar "Aku Indonesia, Aku Pancasila". Coba kalo kita lahirnya di Nikaragua, mungkin gak kita teriak-teriak bilang "Aku Nikaragua, Aku Pancasila"?

Kita gak bisa milih lahir di mana, dari rahim siapa. Ke-Indonesia-an kita ini warisan. Pancasilanya juga warisan. Apakah pancasila ini paling benar? Mungkin gak sih ada yang lebih adiluhung dari Pancasila?

Gak semua orang di dunia ini mewarisi pancasila. Orang-orang di Nikaragua itu contohnya. Terus, patutkah kita mengasihani mereka karena tidak kenal pancasila?

Orang Amerika ga kenal pancasila. Negara mereka menjadi adidaya tanpa pancasila. Mereka liberal. Bertentangan dengan pancasila. Tapi adidaya.

Cina itu komunis. Bertentangan dengan pancasila. Tapi maju.

Setau saya, tidak ada negara maju yang kenal pancasila. Patutkah kita mengasihani mereka karena mereka tidak pancasila? Atau justru mereka yang harusnya mengasihani kita karena Negara Indonesia begini-begini saja.

HTI mau dibubarin (sudah dibubarin?) karena bertentangan dengan pancasila. HTI mau menegakkan khilafah berdasarkan syariat Islam.

Kenapa dilarang? Pancasila lebih hebat dari syariat Islam? Mungkin. Belum ada buktinya.

Tapi kalau ada negara Islam yang pernah mahsyur menjadi pusat peradaban dunia dengan para cendikianya, itu sudah ada buktinya. Haruskah kita mengasihani mereka yang mau menegakkan khilafah? atau justru kita yang harusnya dikasihani?

Bangsa kita, ngeliat Tatan masuk 9gag aja udah menggelinjang setengah mati. Liat ada bule belajar jadi dalang bangganya sampe ke bulan pulang-pergi 3 rit. Kata Om Joko Anwar, bangsa kita terlalu inferior. Orang Amerika ngeliat orang Indonesia pake celana jeans biasa aja. Kita, liat bule pake batik langsung mabuk kepayang.

Kalo kata pak presiden, negara lain sudah bicara mobil fantasi masa depan, spaceX, kita masih sibuk dengan urusan cantrang. Terlalu remeh.

Oke, udah mulai melenceng. Kembali ke pancasila. Kenapa kita gak bisa menerima orang yang berideologi lain. Boleh saja fanatik dengan satu ideologi, tapi jangan berlebihan juga. Yang pancasilais ga perlu ngelarang-larang yang Islamis. Yang Islamis, juga mestinya gak perlu ngelarang-larang yang komunis.

Yang nasionalis dipersekusi. Yang agamis dikriminalisasi. Yang komunis digebuk. Terus siapa yang menang?

Kita bisa hidup rukun dengan orang yang beda agama, tapi kenapa kita gak bisa hidup rukun dengan orang yang beda ideologi?

Kalau beragama itu urusan personal, harusnya berideologi juga. Yang dibutuhin tinggal saling pengertian, kurangi rasa curiga. Sekali lagi kita perlu belajar untuk bisa menerima perbedaan.

Semoga Indonesia bisa segera damai.

*) Tulisan ini dibuat untuk lucu-lucuan menanggapi tulisan berjudul Warisan buatan Afi Nihaya Faradisa yang sempat jadi viral dan kontroversi. Kalau ada yang nanggepin secara serius tulisan ini, ya itu masalah dia sendiri. =)

Jumat, Februari 20, 2009

Masalah

waktu SMP, sekitar tahun 1999, guru bahasa indonesia bertanya, "apakah masalah itu?" gue yang duduk di barisan paling belakang dengan spontan menjawab, "UHUUUY!!! kesenjangan antara harapan dan kenyataan!" seketika itu guru SMP gue terperangah, takjub, mengetahui bahwa muridnya, yang masih imut-imut SMP, sudah bisa mendefinisikan kata "masalah" dengan tepat.

okelah, cukup membangga-banggakan dirinya. gak bagus! jangan ditiru ya... masalah emang didefinisiin sebagai kesenjangan antara harapan dan kenyataan. kata orang dulu, setiap orang pasti punya masalah, karena manusia emang diciptakan dengan nafsu yang ngebuat manusia punya harapan-harapan.

gak ada yang salah dengan punya harapan, justru bagus banget (mungkin...). tapi akhir-akhir ini, entah baru keekspos atau emang baru "ngetren", orang banyak yang punya tendensi untuk ngelakuin bunuh diri. kenapa mereka sampe ngelakuin itu? kata mereka karena banyak masalah (tapi kalo kata pak ustadz sih karena mereka gak punya iman). masalah cinta (tssaaaaaah....) dan ekonomi biasanya yang paling sering ngelatarbelakangin aksi bunuh diri. dulu sih gue ketawa-ketawa aja kalo ngedenger kabar orang bunuh diri karena cinta ato desakan ekonomi, ya, gue emang freak, bisa ngetawain orang yang mati. tapi beberapa kejadian akhir-akhir ini ngebuat gue agak ngerem untuk ngetawain kekonyolan orang-orang itu. gak lucu aja kalo nanti tau-tau gue ketawa ngakak-ngakak pas nemuin jenasah temen gue di kamar kosannya.

siang tadi, satu temen gue bilang ke gue lewat pesen teks. dia bilang dia baru aja hampir bunuh diri. well, persisnya sejauh apa yang udah dia lakuin, gue juga gak tau. apakah cuma untuk nyari-nyari perhatian, atau niatnya emang tulus dari lubuk sanubarinya yang terdalam. sebagai orang yang emang jarang banget mau terlibat secara emosional dengan masalah orang lain, gue milih untuk gak nanya ada masalah apa. gue cuma bilang, "jangan pernah mikir kayak begitu lagi!"

ini bukan pertama kalinya gue nyaris keilangan temen gara-gara bunuh diri. untung semua usaha orang-orang itu gagal. mereka yang sudah sadar dari kekonyolannya selalu bilang, kalo masalah mereka terlalu banyak. gimana bisa masalah mereka terlalu banyak? mustinya masalah mereka ya gak jauh-jauh beda lah dengan temen-temennya. mustinya kalopun mereka punya masalah yang gede banget, gak mungkin bisa sampe empat kali lebih berat bebannya dibandingan dengan masalah temen-temen mereka. terus di mana letak perbedaan yang besar, sampe mereka nawaitu bunuh diri?

untuk ngejawab pertanyaan di atas, maka kita kembali ke definisi. masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. ada dua variabel di sana, yaitu harapan dan kenyataan. dua variabel itu independensinya berbeda. kenyataan gak bisa sepenuhnya kita kendalikan, karena akan selalu dikalikan dengan faktor x yang besarannya gak pernah bisa kita kendalikan, sementara harapan, (harusnya) selalu bisa kita kendalikan, karena tidak ada campur tangan yang lain untuk memiliki harapan kecuali dari diri kita sendiri.

sederhananya semakin banyak kita berharap, semakin besar kemungkinan kita punya masalah. semakin sedikit kita berharap, semakin sedikit juga kemungkinan kita untuk punya masalah. kenapa kita harus berharap menjadi lebih kaya, toh seperti sekarang pun masih bisa bertahan hidup. kenapa harus berharap punya pasangan, ada atau tidak ada pasangan juga nanti kita akan mati. kenapa harus berharap punya jabatan? toh nanti juga jabatan akan kita tinggalkan. kenapa harus berharap sekolah tinggi-tinggi? toh nyari kerja sama aja susahnya. kenapa harus begini? kenapa harus begitu? kenapa harus punya mimpi? orang yang bermimpi tidak akan pernah mendapatkan tidur yang nyenyak, meskipun mimpinya itu amat indah. dan lagi, itu hanya mimpi, pepesan kosong belaka...

Selasa, Januari 13, 2009

kita pun tak lebih baik dari mereka yang kita kutuk...

seorang pria lari ke arah gue. di belakangnya ada beberapa orang lain yang juga ikutan lari. semakin deket ke gue, jarak antara orang di depan dengan orang-orang di belakangnya semakin deket. dan ketika jarak si pria itu tinggal sekitar dua langkah dari gue, tiba-tiba dia ditinju dari belakang oleh orang-orang yang lari di belakangnya. tauknya orang itu adalah pengutil yang ketauan lagi mau maling di mini market di sekitar situ. gue yang cuma berjarak dua langkah langsung berusaha untuk ngelindungin si maling dari hajaran massa. gue bilang, "udah pak! jangan digebukin! dibawa ke kantor polisi aja!" orang-orang yang tadinya asyik ngegebukin emang berenti mukulin, tapi bukannya dibawa ke kantor polisi, si pengutil itu justru dibawa ke dalem kantor lurah. di dalem kantor lurah itu dia digebukin lagi deh.

apa si pengutil bisa disalahin gitu aja, terus dihakimin kayak begitu? gue rasa jawabannya nggak. bisa aja kalo si pengutil itu ngelakuin kegiatan ngutil karena terpaksa. bisa aja kalo dulunya dia punya usaha warung kaki lima kecil-kecilan, tapi terus gak bisa dilanjutin lagi karena tempat usahanya digusur. digusur karena bakal dibangun hypermarket yang bisa jualan beribu-ribu kali lebih besar kapasitasnya dibandingin dia. keadaanlah yang ngebuat dia harus ngutil ke minimarket. minimarket yang notabene adalah makhluk dari spesies yang sama dengan hypermarket. hanya ukuranlah yang membedakannya. mengutil ke minimarket buat si pengutil berarti dua hal. yang pertama adalah untuk menyambung remah di mulut dia dan keluarganya. yang kedua adalah sebagai bentuk pengambilan haknya yang telah dirampas oleh sebuah sistem yang menaungi makmurnya pengusaha berbagai ukuran, mulai dari hypermarket sampai minimarket.

mungkin sama juga seperti HAMAS yang ngerusak gencatan senjata dengan nembakin roket-roket ke arah Israel? Palestina yang wilayahnya semakin hari semakin menciut merasa gerah. hak mereka yang secara sistematis terkebiri membuat mereka melakukan perlawanan. ketika "warung kaki lima" palestina sedikit-sedikit dikonversi menjadi "hypermarket" Israel, maka HAMAS yang mewakili Palestina merasa perlu untuk "mengutil" dari daerah yang harusnya menjadi haknya.

lalu apa yang dilakukan Israel? merasa kedaulatannya terganggu, tentunya mereka akan berusaha menangkap setiap pelaku penembak roket. dibantu dengan dukungan sekutu-sekutunya "pengutil-pengutil" itu dikejar. setelah tertangkap, bukannya di bawa ke "polisi" yang bernama mahkamah internasional, mereka merasa lebih baik kalau masalah ini mereka selesaikan sendiri. "gebukin rame-rame" pake serangan udara, darat, bom fosfor, dan semua yang menakutkan lainnya.

di tengah pemberitaan mengenai masalah timur-tengah yang sama sekali gak berimbang saat ini, gue rasa sangat perlu bagi kita untuk memahami keadaan kedua belah pihak. perlu banget buat kita berempati gak cuma ke warga palestina, tapi juga berempati ke pihak Israel. tak sudikah anda ketika membaca tulisan saya untuk berempati ke Israel? merasa terlecehkankah anda? apakah penilaian anda sudah terganggu dengan segala macam stereotipe yang selama ini tercetak melalui sejarah, berita, atau bahkan ayat-ayat di kitab suci yang telah diartikan sedemikian rupa untuk membakar api permusuhan?

gue rasa analogi pengutil dan warga yang menghakimi sendiri si pengutil tadi sudah mendekati kenyataan yang ada di timur tengah. siapakah yang salah? apakah pengutil atau warga? dua-duanya bisa disalahkan. dan di saat yang sama, tindakan keduanya juga bisa dimaklumi.

tulisan ini nggak ditujukan untuk membenarkan tindakan Israel, tapi gak juga untuk ngedukung HAMAS untuk ngerusak kesepakatan damai. bahkan sebenernya gue gak bikin tulisan ini untuk ngebahas masalah timur tengah. hahaha...

gue justru jadi tertarik dengan fakta bahwa, di tengah kecaman rakyat indonesia atas aksi biadab Israel, rakyat indonesia pun masih ada yang sama kejemnya dengan israel. maen hakim sendiri, gebukin maling dengan berlebihan. sudah kehilangan nuranikah dunia ini? apakah orang salah nggak bisa dibuat sadar dengan cara yang santun dan damai? saya cuma ingin ngungkap satu fakta mengerikan dan menyedihkan, bahwa masih ada saudara sebangsa kita ini, dan jumlahnya juga gak sedikit, yang ternyata gak lebih baik dari Israel.

Mercy Corps: donate now to help us provide humanitarian relief items for families besieged by the military action in Gaza.

Kamis, November 27, 2008

balada loreng di bumi pertiwi

jalanan bandung emang terkenal nyebelin. banyak yang satu arah yang artinya ngebuat orang harus muter-muter untuk bisa nyampe ke satu tujuan. dalam satu kesempatan, gue sempet jadi korban kebiadaban jalanan bandung. gue terpaksa muter-muter nyasar tak tentu arah. pas lagi nyasar itu, gue sempet ngeliat ada gedung punya angkatan laut. sambil ngebawa motor muter-muter gak karuan gue sempet mikir, "ngapain ada gedung angkatan laut di Bandung? padahal Bandung sendiri gak punya laut!" agak susah juga buat gue ngedapetin logikanya, sampe akhirnya gue punya kesimpulan! oh iya!!! bandung kan ibukota propinsi! berhubung penyebaran militer di indonesia ngikutin hirarki pemerintahan sipil (pusat, daerah tingkat I, daerah tingkat II, dst), maka berdirilah gedung milik angkatan laut itu di tengah-tengah bandung yang kering akan laut.

kalo nyimak tuntutan aktivis-aktivis (terutama yang angkatan 98), mereka minta penghapusan dwi fungsi abri, yang intinya adalah menebalkan garis batas antara SIPIL dengan MILITER. salah satu tuntutan mereka yang sampai saat ini masih belum terpenuhi adalah sentralisasi kekuatan militer di pusat-pusat militer. artinya, bisa jadi militer gak perlu ada di tiap kabupaten atau kotamadya. gak perlu ada kodam, korem, sampe babinsa. gue sih setuju-setuju aja dengan ide ini. kalo gak, kejadiannya ya kayak yang tadi itu, bisa ada gedung angkatan laut di tengah kota yang nggak punya laut. bener-bener mubazir. seharusnya yang namanya militer adanya di pangkalan militer aja. bikin beberapa kota yang emang bener-bener jadi basis militer, gak perlu ada di tiap kota. kalo dalihnya untuk pengamanan ya serahin aja ke polisi (dan sipilkan polisi!)

pembauran militer dengan sipil pada beberapa kasus bener-bener ngeganggu. itung aja berapa banyak orang militer yang jadi beking diskotik ato beking perusahaan ekspedisi. militer yang ada di tengah sipil berpotensi menimbulkan praktek premanisme. gue sendiri beberapa kali (padahal mah sering banget) ngeliat orang-orang militer naek angkutan umum tapi gak bayar. kan kasian sopir sama keneknya. kalo cuma angkot mungkin masih okelah. si sopir cuma rugi paling mahal tiga rebu perak. lha kalo yang dinaekin bus antar kota? rugi berapa! aksi-aksi seenak jidatnya ini emang nggak dilakuin sama semua orang militer, tapi diakuin ato enggak, banyak banget kejadian kayak gini. gak cuma naek angkot gratisan, gue juga pernah ngeliat orang dengan modal kaos loreng, rambut cepak, dan berbadan tegap bisa lenggang kangkung masuk ke stadion untuk nonton pertandingan sepakbola tanpa keluar duit sepeser pun.




sampai kapankah stiker seperti di Bus Maya Raya jurusan Bogor-Bandung ini harus tetep terpasang? terus terang gue sih nggak terlalu ngarepin biar semua orang militer jadi sadar dan mau bayar dengan uang penuh, tapi rasanya bakal lebih banyak manfaatnya kalo militer emang dipusatin di pangkalan militer aja.

Jumat, Juni 08, 2007

kertas posisi seorang penyendiri

akhir-akhir ini gue sering banget nonton televisi. dari pagi sampe pagi lagi kerjaannya nonton tivi doang. padahal sih gak selalu ada acara yang menarik di tivi. tapi gue emang lagi butuh tivi. kenapa? karena televisi menjual banyak mimpi. dan saat ini gue butuh mimpi, karena persediaan mimpi gue udah semakin tipis. televisi ngejual mimpi dengan murahnya. gue mau mimpi kalo gue kaya, gue tinggal nonton acara-acara kuis tolol yang nggak mendidik yang hadiahnya nyampe milyaran rupiah. gue mau mimpi punya cewek cakep, tinggal pilih sinetron mana yang mau ditonton. mulai dari agnes monica sampe naysila mirdad siap tersedia.

televisi emang satu-satunya pelarian gue saat ini. pelarian dari kenyataan yang agak-agak pait. mungkin sebenernya pait banget, cuma karena gue udah cukup sering ngalamin, jadi udah agak kebel sama pait yang kayak beginian.

gue pernah denger orang ngomong,"kenapa kita harus lari dari hujan? karena toh tak ada satu orang pun yang tau apa yang akan terjadi esok hari." kenapa harus lari dari kenyataan? kenapa harus ngerasa kecewa dengan hari ini, karena siapa yang tau kalo besok kita bakalan lebih kecewa lagi? daripada berteduh di balik payung ato kanopi pertokoan, mendingan kita nikmatin aja hujan ini. mandi hujan kayak anak kecil. kalo udah ngerasa kedinginan, coba nyalain sebatang dji sam soe. ah... kayaknya enak... asep anget di paru-paru. kayak berendem di jacuzzi di tengah dinginnya musim salju rusia. ato kalo masih kurang anget, satu-dua sloki topi miring juga bagus untuk kesehatan mental lo.

tapi masalahnya gue nggak ngerokok dan gue nggak minum-minum. walopun sekarang rasanya pengen banget. ngisep dalem-dalem asep dengan mata terpejam. mendem dalem-dalem rasa yang sempet liar berkeliaran di otak kanan. minum topi miring untuk ngebakar sisa-sisa kenangan yang masih tertinggal di otak kanan. kalo sampe gue mabok, artinya gue kalah dengan keadaan. salah satu lagu /rif judulnya,"you booze, you lose," tapi mereka sendiri masing-masing ngabisin satu kaleng bir bintang dulu kalo mau naek panggung. laen lagi dengan krisdayanti. kata dia, ngerokok satu batang sebelom naek panggung bisa bikin suara dia naek sekitar satu oktaf. peduli amat, walo gue vokalis. yang penting di atas panggung itu bukan rentang suara yang luas. bukan juga stamina buatan di atas panggung yang didapet dari setengah mabok. yang dibutuhin seorang vokalis di atas panggung itu cuma nyanyi dengan hati. ngedumel dengan hati. ngumpat dengan hati. ngangkat jari tengah dengan hati, nangis dengan hati.

dan sekarang gue terkurung dalam keterasingan gue. di dalem kamar yang ukurannya cuma 3.5 x 3 meter persegi. tanpa berusaha untuk jadi munafik atas keadaan gue dengan ngerokok ato mabok-mabokan. walopun dari hari ke hari gue mulai ngeraguin perkataan soe hok gie,"lebih baik hidup dalam keterasingan, daripada menyerah pada kemunafikan."

Jumat, April 27, 2007

turn off your tv!!!

kalo lo ngikutin serial2 tipi di amerika kayak smallville, csi, lost, 24, dll mereka pinter banget maenin emosi penonton. satu taon cuma ada satu season. satu season juga paling banyak cuma 24 episode. artinya tuh film nayang di tipi cuma sekitar setengah taon (24 minggu/ 52 minggu). gak cuma nyampe di situ bikin penasarannya... di tengah musim biasanya mereka bikin klimaks cerita... abis itu pake acara season break. ais.... ceritanya digantung dulu... kalo kata bang roma sih: sungguh mati aku jadi penasaran... sampai mati pasti akan kuperjuangkan...

bener2 bikin penasaran deh. gue nggak abis pikir koq ada orang yang mau nonton serial "24" tiap minggu. tiap episode dibikin gantung... kalo ada orang yang ngikutin serial itu, terus meninggal di tengah season... bisa2 arwah orang itu jadi arwah penasaran. gak bakal bisa tenang sebelum season itu kelar. he...3x

beda banget dengan yang ada di indonesia. coba aja lo liat AFI. awal muncul... AFI bener2 sukses dan ekslusif. tapi dasar orang2 indosiar oportunis.. tuh acara dimaenin tanpa ada jeda tiap taunnya. akibatnya apa? acaranya jadi nggak ekslusif lagi. basi kan. liat aja AFI 3 yang grand finalnya cuma diselenggarain di studio 3 indosiar. sementara 2 grand final sebelumnya selalu diselenggarain di hall gede. kalo cuma di studio mah nggak ada bedanya dengan "pesta ceria" yang dipandu errina.

liat juga extravaganza di transtv. ketika sukses... otak2 oportunis kembali bekerja... gak puas dengan durasi satu jam, ditambah jadi dua jam. orang2 serakah makin kayak tikus yang selalu ngegrogotin apa aja yang bisa digrogot. gak puas dengan dua jam, dijadiin seminggu dua kali. gak cuma sampe di situ, bikin juga frenchisenya... extravaganzABG. nah, yang terakhir ini bener2 antiklimaks. extravaganza udah nggak ekslusif lagi... basi...

indosiar udah ngelakuin kebodohan. transtv juga udah naif. trans7 ternyata juga jatuh di lubang yang sama. liat acara empat mata. hari tayangnya per minggu makin banyak sekarang jadi lima hari seminggu. gak cuma nyampe situ.. jam tayangnya juga nambah jadi satu setengah jam. paraaah.... mau sejenius apapun si tukul ngebawain acara... yang namanya ekslusivitas itu perlu dijaga. gue rasa empat mata udah ngelewatin zona kekahatannya. sekarang acara ini udah mulai mengalami deklinasi minat maupun jumlah penontonnya. kalo kayak begini terus... bisa-bisa yang nonton empat mata emang bener-bener tinggal empat mata. gue sih nggak terlalu peduli, karena gue nggak terlalu suka nonton acara yang kayak begini.

Minggu, Desember 10, 2006

jerawat

jam di komputer gue sekarang lagi nunjukin angka 7.49 AM. pagi ini gue ada janji mau ketemuan ma temen2 gue buat kemudian lanjut berangkat ke kantor HKI. janjiannya sih jam 9.00 di kantin sapta fateta. tapi sampe saat ini gue belum mandi. akhir2 ini gue agak lebih hati-hati kalo lagi mandi. soalnya entah bagaimana tiba-tiba muncul jerawat dengan ukuran menakjubkan di idung gue. dan jerawat itu cuma satu-satunya. kalo andukan abis mandi, jerawat gue sering kesenggol, terus bedarah. kalo udah bedarah, pasti gue teken pake tissue. soalnya gue agak takut gue jadi anemia kalo terlalu banyak darah yang kebuang. tissue yang gue pake biasanya yang gak pake parfum. entah kenapa, gue nggak suka yang ada parfumnya. tapi ada tissue favorit gue keluaran tessa deh kalo nggak salah. bungkus tissuenya ada gambar2 tokoh warner brothers. yang paling gue suka udah pasti sylvester dong, secara gue suka kucing gitu loh. waktu hari pertama jerawatan gue ke kampus sambil neken tissue yang udah berlumuran darah ke kampus. di kampus ada adek kelas gue si otis lagi jualan risoles sama pisang goreng. langsung deh dia komentar soal jerawat gue yang segeda gaban. dan rupanya hari itu bukan cuma dia yang komentar, tapi hampir semua orang komentar. karena kesel, akhirnya mulai dari makan siang sampai sore di kampus, gue nggak mengizinkan orang-orang untuk berkomentar ttg jerawat tanpa gue perkenalin terlebih dahulu., jadi setiap ketemu orang gue mesti ngomong: "eh, gue jerawatan, lho" ato ngomong: "liat deh, liat deh, jerawat gue koq gede banget ya?". gue yang jerawatan kenapa orang laen yang sewot ya? sampe-sampe ibu gue beliin ovale maskulin yang anti acne. tau dong ovale... produk perawatan wajah satu langkah itu, lho.... kalo produk pembersih wajah dari viva kan biasanya dua langkah (koq gak ada yang 4 langkah kayak yamaha ya?). kalo dua langkah itu, pertama-tama mkanya dibersihin pake milk cleanser. nah, kalo udah bersih pake milk cleanser, selanjutnya sisa-sisanya dibersihin pake astringent. astringent ini mengandung alkohol (ato aseton ya?) yang bisa ngangkat lemak-lemak yang tersisa di wajah. biasanya make ini kalo mau tidur. sebenernya gue jarang jerawatan tapi kenapa tau-tau muncul satu-satunya son of a b#tch ini ya? waktu smp okelah... gue sering jerawatan. gue dulu gak terlalu peduli sampe satu hari gue secara tidak sengaja ngeliat muka gue di cermin sebuah warung bakso. karena kaget, akhirnya gue berlari pulang sambil nutupin wajah. nggak ding.... menurut mitos, katanya kalo jerawatan itu tandanya lagi puber. artinya gue udah masuk puber kedua dong? ya ampun... gue udah tua dong ya... udah puber kedua tapi belum pernah nyoba memulai jalinan pertalian yang erat dengan serius dengan seorang dara manapun yang hendak mendampingi hidupku...
......
.....
.....
................................................................
[hening.....]

GANTI TOPIK!!! GANTI TOPIK!!! GANTI TOPIK!!!
waktu smp itu jerawat gue emang udah bener2 parah. akhirnya pada satu ketika gue diculik ibu gue naek bajaj ke suatu tempat yang gue nggak kenal, tapi kayaknya di daerah menteng. di sana ada salon kecantikan yang dikomandani oleh dua orang ibu-ibu keturunan tionghoa. gue dipaksa facial bo!!! untungnya, waktu gue kesana, itu dua hari setelah lebaran idul fitri, jadi salon itu bener-bener kosong blong. gue akhirnya difacial. dengan posisi setengah tidur telentang, mereka mengerjakan wajah gue. mencet-mencet jerawat. cruuut... cruuut... cruuut... sesekali gue bisa ngeliat cairan putih kuning kehijauan tersembur ke atas pada ruang pandang saya yang saat itu benar-benar terbatas. operasi dilakukan selama kurang lebih empat puluh menit. sepanjang operasi si encik bilang ke gue:"tahan, ya... sakit sedikit koq.". padahal gue nggak ngerasain sakit sama sekali. tapi si encik itu ngomong kayka gitu terus terusan yang terus diulang setiap tiga menit. akhirnya ketika sudah empat puluh menit dia bilang:"aduh saya nggak tega. pasti sakit banget ya. udah deh gini aja dulu. mukanya pasti udah perih-perih banget.". sebenernya gue nggak ngerasain sakit yang gak bisa gue tolerir, tapi berhubung gue juga males melakukan kegiatan yang biasa dilakukan ibu-ibu muda ibukota ini, gue diem aja. perawatan terakhir gue adalah ditotol totol pake obat yang warnanya putih-putih. argh!!! gue harus keluar dari salon, naek bajaj lagi dengan muka bertotol-totol. sial banget...

Selasa, November 28, 2006

Lebaran rae...

man...
gue udah 21x ngelewatin thanksgiving tanpa kalkun, ngelewatin hellowen tanpa permen, ngelewatin natal tanpa kue jahe, ngelewatin bartmizvah tanpa kacang polong. itu semua buat gue GAK jadi masalah....

tapi lebaran kemaren gue sarapan cuma pake mie rebus instan plus telor. masak sendiri pula! di saat yang laen menikmati hidangan lengkap khas lebaran, gue justru merasakan keterbatasan teman-teman yang kurang beruntung. sedikit ngomel juga sih... apalagi siangnya gue nggak makan sama sekali. gak ada nasi dari hari kemarennya...
haduuh... pokoknya sedih banget....

di saat yang pilu itu, gue akhirnya mutusin buat ngubungin salah satu temen lama gue. temen dari SD. gue sms met lebaran...
bla... bla... bla...
bli.... bli... bli....
blu.... blu... blu....
begini... begini... begini...
begitu... begitu... begitu....
begono... begono... begono...
dan akhirnya gue berkeluh kesah tentang bagaimana gue melewati hari lebaran itu.
sebenarnya, gue berharap dia bakal ngejawab dengan komentar, yang sabar aja... masih banyak sodara-sodara kita yang kurang beruntung, bersyukurlah masih bisa makan, yaaah... komentar-komentar macem gitulah, seperti yang biasa dituturkan oleh guru PPKn.

ting tung... ting tung...
akhirnya sebuah sms mendarat telak di ponsel gue. gue buka, rupanya dari dia... dan lo tau isi sms dia apa?
begini bunyinya:
HA...3x kasian banget sih temen gue yang satu ini! eh, doain gue biar dapet jodoh ya!

ugh.... gondok abis... udah ngetawain, minta didoain dapet jodoh lagi...

Senin, November 13, 2006

old fashioned (sickness)

kata ibu mayang di blog sebelah, kalo lagi suntuk bisa nangkring di blog dia. dan rupanya anjuran dia emang AMPUH!!! gue sering buka blog dia untuk sekedar memberi ejekan yang membangun pada bagian comments tiap postingan dia.=P tapi gue mau ngenalin cara lain yang juga ampuh. tapi ada beberapa pra-kondisi yang sangat saya anjurkan untuk dipenuhi.
1. lagi ujan gede
2. butuh sound system yang maha dahsyat.

coba setel album pas band yang "4 through the sap". kita mulai berdendang dengan gangster of love, lalu dilanjutkan dengan lagu-lagu lain macam dogma dan here forever. tapi puncak klimaks dari album ini ada lagu old fashioned (sickness). jangan peduliin bahasa inggris mereka yang amburadul. tapi komunikasi mereka bener-bener berhasil. apa yang mau mereka sampein ke pendengar, bener-bener nyampe. dan kalo lo lagi sepaham dengan yang mereka omongin lakukan hal di bawah ini...

setel dengan volume maksimal! lalu mulai jentur-jenturkan kepala anda ke dinding. kalau rumah anda tidak berdinding bisa juga ke tembok. setelah berdarah-darah. biarkan luka anda mengering. jika sudah cukup kuat, ulangi lagi. sampai efek gundah anda hilang. hasilnya bener-bener dahsyat. tanpa rasa sakit, dan tanpa efek samping. kecuali bekas tanda hitam pada jidat anda. kalau ada teman anda yang bertanya,"kenape dengan jidat ente?". anda jawab saja,"akhir-akhir ini anne kebanyakan sholat malem, tanda item bekas sujud neh.".

old fashioned (sickness) /courtesy of pas band

I'm the One who never stop to fight Cause the World is F#CKing me up.
A dirty hand is everywhere HOT air!!! is what you've said
And ALL your BEST FRIENDS They're only scared-heads

a little bit ATTENTION
just a little LOVE
a little time for me to FLOW my TEARS

please don't f#ck with me
don't take a look on me
don't shit on me
don't PRESS CHARGE on me

Minggu, November 05, 2006

kodok, lalat, dan penelitian operasional II (apa hubungannya?).

tau dong cerita penelitian ttg kodok!!!
kalo nggak tau gue ceritain ulang deh.

ada seorang peneliti yang sedang mengamati tingkah laku kodok. saat ini, ia sedang meneliti respon kodok terhadap suara. maka diletakkanlah seekor kodok di atas meja. kemudian si peneliti mengagetkan kodok dengan cara menggebrak meja.
GEBRAK!!!!
si kodok kaget dan melompat sejauh empat meter!
si peneliti kemudian memotong satu kaki depan si kodok. lalu diletakkannya kembali si kodok di atas meja. dan kembali meja ia gebrak.
GEBRAK!!!
si kodok melompat tiga meter.
peneliti kemudian memotong kaki depan si kodok yang tersisa, kemudian diletakkan di atas meja, dan dikagetkan kembali dengan suara gebrakan meja.
GEBRAK!!!
si kodok rupanya hanya melompat dua meter.
makin penasaran dengan penelitiannya, si peneliti kemudian memotong salah satu kaki belakang si kodok kemudian dikagetkannya kembali si kodok di atas meja.
GEBRAK!!!
si kodok dengan susah payah melompat sejauh satu meter.
untuk menuntaskan percobaannya, maka sang peneliti memotong kaki terakhis si kodok, lalu diuji kembali dengan menaruhnya di atas meja.
GEBRAK!!!
si kodok tidak bergerak.
sang peneliti tersenyum puas. lalu diambilnya buku log penelitian dia, lalu dia menulis: rupanya kodok adalah binatang yang amat unik, selain dapat bernafas melalui permukaan kulitnya, kodok juga mendengar tidak melalui telinga, melainkan melalui kaki.

lucu nggak? peduli amat mau lucu ato nggak. tapi kemaren gue maen ke kosan temen gue. kosannya masih baru, bagus pula. di kamarnya banyak makanan (sayang gue nggak suka coklat...).lagi asyik-asyik ngobrol, tiba-tiba kamar temen gue diserang sekawanan makhluk.
bukan kodok!
tapi lalet!!! temen gue langsung sewot karena lalet itu ada di karpet, lantai, meja belajar, tempat tidur, bahkan laptop (mungkin si lalet mau numpang ngecek imel).temen gue yang naik pitam dan gelap mata itu langsung ngambil sapu lidi buat ngusir lalet2 yang ada. kemudian dia ngelakuin tindakan yang (menurut gue) agak janggal. dia ngambil pengharum ruangan lalu disemprotkan ke arah lalet2 nakal layaknya sedang nyemprot baygon.lalu gue bertanya,"emang ngaruh, lo semprot pake pewangi ruangan?".temen gue yang masih sewot menjawab dengan napas tersengal-sengal dan muka merah akibat marah,"nggak juga sih..".ih... aneh banget kelakuan orang kalo lagi sewot ya? masih merasa risih dengan kehadiran helikopter-helikopter kecil itu, kemudian dia mematikan lampu ruangan sambil mengusir lalat-lalat keluar kamar. kemudian pintu ditutup, dan ia berkata,"kenapa ya... kok lalet seneng sama tempat terang".gue nggak berkomentar, karena gue nggak punya dasar pengetahuan untuk ngejawab pertanyaan dia. kemudian dia menghidupkan kembali lampu kamarnya.

tak lama berselang, lalat2 melancarkan agresi militer mereka yang ke-II. lagi-lagi temen gue sewot! ia berkata,"datengnya dari mana sih! padahal jendela sama pintu kan masih ketutup.tadi pas gue matiin lampunya kan udah pada kabur!".gue yang emang gak terlalu risih dengan adanya lalat2 itu akhirnya berkesimpulan dan berusaha meluruskan jalan pikirannya,"hai saudaraku, sesungguhnya ketika engkau mematikan lampu tadi dan beranggapan bahwa lalat-lalat sudah tidak ada di kamar, hanyalah perasaanmu belaka, dikarenakan ketidakmampuanmu untuk melihat mereka di dalam gelap. maka tatkala lampu kau hidupkan, lalat-lalat itu kembali tampak, dan kau kembali kesal olehnya".

sekarang coba bandingin cerita si kodok sama si lalet. orang bisa terperdaya dengan pikirannya sendiri. pikiran manusia memiliki kemampuan yang amat dahsyat untuk mempengaruhi persepsi. maka dari itu, diperlukan akal sehat dan ketenangan berpikir untuk dapat mengambil kesimpulan yang terbaik. lalu apa hubungannya dengan penelitian operasional II?

oh, kalo itu, sebenernya adalah contoh laen lagi tentang kegagalan berfikir seperti dua contoh diatas yang dialamin sama gue. kisah ini terjadi ketika ujian penelitian operasional II yang berlangsung tempo hari. Masa gue ngitung 1 - 0.27 itu hasilnya -0.27 sih!!! padahal udah gue itung berulang-ulang. GOBLOK-GOBLOK!!! berfikir jernih dan tenang itu adalah keharusan rupanya.... kalo lagi kalut, lebih baik jangan kerja dulu.

Jumat, Oktober 20, 2006

tidak ada pelaut ulung yang tinggal di laut yang tenang

MY AS*!!!!!!!!!!

seorang senior gue mengibaratkan acara bentak-bentakan yang sangat berbau ospek sebagai "laut yang tidak tenang". dan dari kalimat itu bisa disimpulkan bahwa orang yang selalu tinggal di laut tidak tenang adalah pelaut ulung.

dan ini adalah penyangkalan dari saya:
menurut saya hanya pelaut bodoh.... maaf...
bahkan pelaut terbodoh pun tahu bahwa laut berbadai bukanlah laut untuk ditinggali. pelaut ulung mungkin dapat menembus badai, tapi TIDAK untuk tinggal di sana.

well... ada yang mengkaitkan acara marah2an di ospek, atau pengkaderan, ato apalah sebagai suatu fase untuk meninggalkan zona nyaman. once more agains guys,"My As*!!!!".

gue kasih tau apa itu zona-tidak-nyaman!
zona tidak nyaman adalah suatu zone perjuangan. zona itu tidak artifisal namun ada secara alami. hanya pemberani yang dapat melewati zona itu (bukan untuk tinggal di zona itu).

gue kasih contoh. kalo gue suruh lo telanjang bulet, terus jalan di sepanjang jalan sudirman jakarta. itu juga keluar dari zona nyaman. siapa yang nyaman jalan kaki telanjang di jalanan? anda? please, go ahead! tapi apa yang bisa didapet selain mungkin headline di koran lampu merah?

beeeh... gue tau ada diantara anda yang ngebaca blog ini bakalan jadi benci (ato semakin benci) sama gue. silahkan aja, keluar dari zona nyaman anda, dan mulailah memusuhi semua orang.

Senin, Mei 01, 2006

sentimen orang botak

seminggu kemaren, gue ngelaksanain dua pertandingan futsal, yang hasilnya... nggak bagus tapi gue cukup puas dengan pencapaian yang didapat.
pertandingan pertama tim gue para tinners berhasil menahan imbang itp 6-6. beberapa kebodohan menyelimuti tangan dan mata gue, sehingga harus kebobolan beberapa kali. pertandingan kedua leboh parah. pontang panting menahan permainan tep di babak pertama dengan skor ketinggalan 2-3, akhirnya dipaksa bertekuk lutut 8-3.
sebagai informasi, di pertandingan ini, mulut gue sempet ketendang dan bibir gue pecah dan bengkak.

tapi bukan pertandingan kedua yang pengen gue bahas. bukan pula kehebatan gue menahan paling nggak 3 penalti lawan di babak kedua pada pertandingan pertama.(f.y.i.: gue kiper dan gue sama sekali nggak menjanjikan!)

yang pengen gue omongin adalah wasit botak yang bikin gue trauma sampai beberapa jam yang lalu.
pada pertandingan pertama, sempat terjadi kemelut di muka gawang gue.dalam kejadian secepat kilat, tiba2 dada salah satu pemain itp (a.k.a tpg) mendarat telak di dengkul gue yang sedang mengikuti arah badan menggapai bola. alhasil si pemain bernomor 6 itu bengep (kesusahan napas). sebagai pemain yang menghargai sportifitas, gue berusaha membantu si lawan agar dapat bernapas seperti sedia kala. seusai memberi bantuan ala kadarnya... eh, si wasit botak itu ngasih kartu kuning ke gue. dia bilang,"lo nggak sportip... kaki lo telat naeknya...".
BRENGSEK!!!! jelas2 itu kecelakaan murni. kalo dia cuma ngasih pelanggaran ke gua... gue masih bisa nerima... tapi kartu kuning!!! please doooooong.....

itu baru pembukaan... di babak kedua,tim lawan mendapat hadiah penalti dari luar lingkaran. sesuai peraturan, penjaga gawang boleh maju beberapa langkah setelah peluit berbunyi.

selazimnya pemain-pemain lainnya, maka gue melakukan provokasi ke pihak lawan dengan cara melangkah mendekati bola. wasit mendorong gue ke garis gawang untuk membenarkan posisi gue. gue bilang oke... wasit pun kembali ke tempatnya. karena wasit pun belum siap... gue melakukan provokasi yang sama. dalam perjalanan pulangnya ke posisi wasit, wasit ngeliat tindakan gue, dan lo tau dia bilang apa ke gue!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?

wasit:anjing!balik ke garis

gue pun terperangah.... wasit bilang anjing ke gue!!!!!!!!!! ah, dasar si botak brengsek!kayak begini koq jadi wasit. selazimnya wasit adalah orang paling bijak di lapangan, dan segala tindak tanduknya tidak boleh provokatif.

pertandingan kedua yang dilaksanakan 4 hari kemudian pun, rupanya masih dipimpin wasit botak brengsek itu!!! HAAAAAAH................... males banget... untung kali ini dia nggak berulah lagi....

akibatnya sekarang gue jadi trauma sama orang botak. barusan, gue keliling2 di lingkar kampus dan selalu bergidik kalo ngeliat orang botak...

oh... gosh.....

Sabtu, Maret 11, 2006

Minggu, 12 November 2006 17.23 (GMT+7)

pada saat itu gue sadar akan dua hal. satu kabar baik dan satu kabar buruk

kabar baiknya, rupanya kelenjar air mata gue masih berfungsi. setelah bertahun-tahun gak kerja, akhirnya dia bekerja. bekerja dengan sangat baik. mengucur deras, sederas air terjun niagara.

kabar buruknya, hal apa yang bisa menimpa gue sampai-sampai memaksa kelenjar air mata gue bekerja begitu keras....

(out of the blue...die trying...)

Jumat, Maret 03, 2006

untuk lo! ya lo! ya lo!

(dialog ini gak pernah terjadi dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun.)

penyiar radio : radio xxx, selamat malem.

rae : malem juga, ses... mo pesen lagu dwong... boleh dwong.... iya kan, iya dong, bener kan, bener dong!

penyiar radio : emang mau pesen lagu apa sih? eh ini dengan siapa ya?

rae : ah gue rey... mau pesen lagu to be with you-nya mr. big dwong...

penyiar radio : busyet!!! gak kurang jadul tuh lagu? em... gimana kalo gue kasih lagu bila aku jatuh cinta dari nidji aja?

rae : GAK MAU!!! pokoknya harus to be with you-nya Mr. BIG.

penyiar radio : oke deh... nti gue cariin dulu ye... emang salamnya buat sapa rey?

rae : buat yang ngerasa ajah...

penyiar radio : ah, lagak lo amit-amit banget sih? buat siapa lagi nih lagunya?

rae : udah buat doi ajah...

penyiar radio : oh gitu... kayaknya spesial banget. ya udah... makasih ya rey....

TUUT... TUUT... TUUT...

to be with you (Mr. BIG)

Hold on little girl
Show me what he's done to you
Stand up little girl
A broken heart can't be that bad
When it's through, it's through
Fate will twist the both of you
So come on baby come on over
Let me be the one to show you

I'm the one who wants to be with you
Deep inside I hope you feel it too
Waited on a line of greens and blues
Just to be the next to be with you

Build up your confidence
So you can be on top for once
Wake up who cares about
Little boys that talk too much
I seen it all go down
Your game of love was all rained out
So come on baby, come on over
Let me be the one to hold you

Chorus

Why be alone when we can be together baby
You can make my life worthwhile
And I can make you start to smile


(dialog ini gak pernah terjadi dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun. tapi tulisan ini dibuat memang untuk maksud tertentu)

ENG... ING... ENG...

Minggu, Oktober 23, 2005

penipuan berkedok sms (berhati hatilah!!!)

beberapa hari yang lalu gue dapet sms yang bilang kalo ada buka bareng anak2 lorong rahmat (komunitas orang2 yang pernah tinggal di astra c3 kav256-273 pada masa juni 2003- juni 2004).di sms itu dibilang kalo buka bareng diadain hari minggu tanggal 23 kemaren. kumpulnya di depan gym jam 4 sore.
nah, dengan lugunya gue dateng jam empat kurang. sampe di sana nggak ada satu makhluk pun yang gue kenal. maklumlah pikir gue masih jam empat kurang. tapi.... sampe setengah jam masih nggak ada yang dateng, termasuk orang2 yang ngaku panitia.akhirnya dateng satu orang lagi yang dapet kabar dari sms juga.pokoknya singkat kata singkat cerita aku dan dia jatuh cinta sampe jam setengah enem cuma ada lima orang yang dateng. satu orang akhirnya menyerah dan pulang. sementara 4 orang lainnya menyatakan membuat buka bareng tandingan di pecel lele/ayam cak joyo. tapi rupanya yang satu orang nggak bisa ikutan karena masih ada kepentingan laen di gym. akhirnya kita makan di cak joyo bertigaan doang...

huh.... gue kira, gue udah cukup teliti terhadap penipuan berkedok sms begini. rupanya.... untung di sms itu nggak ditulis setorkan uang ke nomor rekening sekian-sekian untuyk infak.

BETE.....



Mulai hari ini semua akan berubah!

diambil dari raemustarani.blogs.friendster.com pada 23 10 2005

Kamis, Oktober 06, 2005

kenapa

sebagaimana yang anda semua ketahui, bahwa saya ini amat sulit untuk menangis. walau keadaan sudah sangat dramatis.

tapi entah kenapa tadi, pas saya kuliah tau2 air mata ini mengalir keluar tanpa sebab.

ah... entahlah...
sementara kualitas tulisan saya menjadi sangat menurun.

Minggu, Juni 27, 2004

maling teriak maling?

apakah kemunafikan telah menggerogoti nusantara ini dengan begitu hebatnya? sejauh yang saya lihat, jawabannya ya. memang, beberapa orang yang konsisten dan teguh terhadap prinsip-prinsip kebenaran masih ada. tapi coba bandingkan jumlah mereka dengan mereka para pe-ngoar anti kebusukan yang masih memakan bangkai.
mungkin sudah beberapa kali atau bahkan ratusan kali anda semua mendengar dari mulut saya, bahwa saya TIDAK BANGGA menjadi seorang mahasiswa, bahkan terkadang saya malu. satu pengalaman yang saya dapat tadi siang kembali menjadi satu dari sekian garis bawah yang telah tergores di bagian akhir kalimat tersebut. penghuni badan eksekutif mahasiswa yang semenjak dahulu rajin berteriak menentang segala macam bentuk ketidak adilan dan segala hal yang kontra produktif tampaknya harus menelan kembali ludah mereka yang telah berserakan di jalanan semenjak tahun-tahun sebelumnya. jelas dan nyata sekali dalam rapat-rapat mereka (seperti yang saya ikuti tadi siang) bahwa mereka benar-benar memanfaatkan apa yang mereka sebut dengan channel (nepotisme bukan sih?) dalam mendapatkan dana bagi kelangsungan kegiatan-kegiatan mereka. jelas ini kontra produktif. sebagai orang yang sudah dapat berfikir dewasa semestinya mereka bisa lebih cerdas dalam menggalang dana. sudah saatnya bagi mahasiswa untuk mengurangi budaya mengemis bahkan aksi-aksi black mail.
sangat ironis mengingat banyak rakyat yang tertindas di pertiwi ini yang begitu merindukan pemimpin yang adil di masa depan dipaksa kembali ke mimpi-mimpi mereka yang semakin mendekati utopia.
apakah pemuda-pemuda kahfi yang hebat itu hanyalah legenda?
apakah perkataan trisno memang benar adanya bahwa tuhan telah digantikan uang dan penguasa?
terkadang aku hanya bisa berkata dengan pesimis, peduli setan. toh, aku bukan bagian dari mereka.