Rabu, Juli 04, 2012
Memperbaiki Gizi Bangsa Dengan Susu
Label: blogosphere, gaya hidup, ilmu pengetahuan, kampanye, kesehatan, pertanian
Dirangkai oleh Rae pada 11:17:00 PM 5 tanggapan
Selasa, Mei 29, 2012
(Apa) Dosa Charles Darwin?
Darwin ibarat dokter yang salah mendiagnosis suatu penyakit, tapi jangan lantas menghakimi Ia sebagai sebagai tukang sihir.
Pada waktu itu, orang-orang RAKSASA ada di bumi, ketika anak-anak allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang gagah perkasa di zaman purbakala.
Label: agama, blogosphere, ilmu pengetahuan
Dirangkai oleh Rae pada 9:23:00 PM 11 tanggapan
Senin, Oktober 25, 2010
Tes Tertulis (haaaah....)
Khusus untuk tes tertulis, Saya ingin memberi beberapa pengalaman saya. Tes biasanya dimulai dengan tes bakat skolastik, pengetahuan umum, dan tes kompetensi. Tes pengetahuan umum dan kompetensi tentunya sudah amat jelas. Yaitu untuk menilai wawasan seseorang dan mengetahui kompetensi orang tersebut dalam suatu bidang.
Tes bakat skolastik biasanya terdiri dari empat bagian yang terdiri dari tes verbal, tes numerik, tes logika, dan tes spasial (gambar). Tes ini biasanya menggunakan format pilihan ganda. Penilaian dilakukan terhadap kemampuan nalar (IQ) peserta. Contoh soal dari tes ini antara lain adalah meneruskan sebuah deret angka, mengurutkan gambar dari yang kecil ke yang besar, dan sebagainya (sumber: http://www.tesbakatskolastik.com/).
Lepas dari tes bakat skolastik, biasanya kita dihadapkan pada tes kepribadian. Pada tes ini, kita biasanya dihadapkan pada dua pilihan yang berupa contoh keadaan dalam hidup. Pilihan-pilihan tersebut akan mencerminkan kepribadian diri kita. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian pribadi kita dengan pekerjaan yang kita lamar. Misalnya untuk posisi pekerjaan sebagai seorang analis, maka kepribadian yang dicari adalah orang-orang yang teliti, tekun, sistematis dalam berpikir, kritis, rapih, dan konsisten.
Jangan terjebak dengan tidak memilih pilihan yang dirasa kurang sesuai dengan norma yang ada di masyarakat seperti “Saya terkadang merasa bosan dengan pasangan saya”. Untuk posisi-posisi yang membutuhkan jiwa dinamis seperti wartawan, tentunya yang dicari adalah orang-orang yang memilih pernyataan tersebut.
Selanjutnya adalah dua jenis tes menggambar. Yang pertama disebut dengan wartegg. Peserta dihadapkan pada delapan gambar yang belum selesai. Tugas peserta adalah melanjutkan gambar tersebut menjadi gambar yang lengkap. Beberapa gambar yang belum selesai itu terdiri dari garis lengkung (empat gambar), sedangkan sisanya berupa garis lurus. Seseorang yang memiliki kejiwaan normal, biasanya akan membuat gambar benda hidup untuk melanjutkan garis-garis lengkung dan akan menggambar benda-benda mati untuk melanjutkan garis-garis lurus. Jika yang tergambar adalah sebaliknya, maka ada kemungkinan cukup besar bahwa orang tersebut memiliki masalah dengan kejiwaannya.
Masing-masing gambar pun dapat menggambarkan kepribadian dari peserta tes itu sendiri:
- gambar 1. Titik di tengah kotak : mengukur cara menempatkan diri dalam lingkungan.
- gambar 2. Bentuk melengkung (menyerupai: ~) di bagian kiri kotak : menunjukkan fleksibilitas perasaan.
- gambar 3. Garis-garis horisontal dengan panjang yang berbeda: mengukur hasrat untuk maju (ambisi).
- gambar 4. Kotak kecil penuh di bagian kanan atas: mengukur cara mengatasi kesulitan.
- gambar 5. Dua garis yang saling tegak lurus di sisi kiri bawah: mengukur cara bertindak.
- gambar 6. Garis horisontal dan vertikal : mengukur cara berpikir, analisis, dan sintesis.
- gambar 7. Titik-titik melengkung : mengukur kematangan mental.
- gambar 8. Setengah lingkaran : mengukur kehidupan dan hubungan sosial.
(sumber: http://bagaimanatuh.blogspot.com/2008/09/tips-trik-menggambar-wartegg.html)
Tes gambar yang kedua adalah menggambar orang dan pohon. Sebenarnya objek gambar bisa apa saja, namun yang paling sering dipakai adalah dua gambar ini. Berbeda dengan tes-tes sebelumnya, tes ini amat sulit untuk dimanipulasi. Gambar yang detail dan lengkap menunjukkan bahwa orang tersebut teliti. Setiap gambar akan amat merepresentasikan diri kita. Gambar yang dibuat dengan garis-garis tegas dan mantap menyiratkan bahwa orang tersebut memiliki kepercayaan diri tinggi, tegas, bahkan egois. Garis yang terdiri dari beberapa tarikan garis menunjukkan bahwa orang tersebut berhati-hati dalam bertindak. Jika dalam mengarsir garis yang dibuat terlalu ditekan atau ada garis yang tiba-tiba berlawanan dengan arah garis lainnya, maka hal tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut kemungkinan besar memiliki trauma di masa lalunya.
Saran saya, jangan mencoba-coba untuk merekayasa kepribadian melalui tes gambar ini karena rasanya tidak ada orang yang bisa merekayasa sebuah gambar seratus persen. Bila rekayasa tersebut dilakukan setengah-setengah, maka akan terlihat kontradiksi antara garis yang satu dengan yang lainnya.
Tes Kraepelin Pauli biasanya diletakkan sebagai tes paling akhir. Tes ini amat menguras konsentrasi dan umumnya menyebabkan kelelahan di akhir waktu. Tes ini menggunakan sebuah kertas besar dengan angka-angka berserakan di dalamnya. Tugas kita adalah menjumlahkan angka yang berdekatan secara vertikal.
Contoh:
1 9 1 0
4 0 4 8
2 8 5 6
5 7 8 3
6 6 4 8
7 5 3 4
3 4 8 2
Untuk baris pertama, maka yang harus kita kerjakan adalah menjumlahkan angka 1 dan 4, lalu hasil penjumlahan tersebut kita letakkan di antara kedua angka tersebut. Untuk penjumlahan dengan hasil yang bukan satuan, maka yang perlu kita tuliskan hanyalah satuannya saja.
Contoh:
1
5
4
6
2
7
5
11 (cukup ditulis 1)
6
13 (cukup ditulis 3)
7
0
3
Tes ini dilakukan untuk mengetahui daya tahan dan kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan. Dalam pengerjaannya, tes ini dibagi menjadi beberapa interval. Jumlah yang berhasil diselesaikan dalam tiap interval kemudian akan dibandingkan dalam bentuk grafik untuk kemudian dinilai. Seseorang yang memiliki daya tahan baik akan menghasilkan grafik pengerjaan yang stabil, sementara orang yang tidak memiliki daya tahan yang baik akan menghasilkan grafik yang menurun atau naik turun. Saran saya untuk menghadapi tes ini adalah kerjakan tes dengan santai dan jangan memforsir konsentrasi di awal tes sehingga grafik yang dihasilkan dapat stabil.
Selain tes-tes tersebut masih ada tes-tes tertulis lain yang terkadang diujikan. Salah satu contoh tes tersebut adalah tes pragmatisme. Soal yang diujikan biasanya amat sederhana dan bahkan terkadang tidak masuk akal.
Contoh:
1. 1 + 3 =
2. ½ + ¾ =
3. 0,8763 + ¾ =
4. Mengapa ketika membidik, seorang penembak selalu menutup salah satu matanya?
Peserta dibebaskan dalam memberikan jawaban. Jawaban bisa berupa sebuah proses, namun juga bisa berupa hasil akhirnya saja. Sama seperti tes kepribadian, tes ini juga ditujukan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Tes ini berkaitan dengan cara pandang seseorang terhadap suatu masalah.
Misal, untuk mengerjakan soal nomer 2, seseorang bisa saja langsung menuliskan hasil penjumlahan tersebut, 5/4, atau bisa juga menjabarkan proses didapatnya angka 5/4 tersebut. Hal ini juga berlaku untuk nomer 2 dan 3. Soal nomer 4 pun demikian. Seseorang yang mementingkan proses tentu akan memberi penjelasan seperti, ”agar bayangan objek yang akan ditembak menjadi jelas karena hanya dilihat oleh satu mata.” Namun orang yang pragmatis (praktis) mungkin akan menjawab, ”agar tembakannya jitu.”
Demikianlah yang bisa saya sampaikan. Semoga sukses dalam tes-tes anda. =D
Label: ilmu pengetahuan
Dirangkai oleh Rae pada 4:09:00 PM 3 tanggapan
Senin, Maret 08, 2010
Bisakah Sholat Jumat di hari Sabtu?
Terkadang, suatu bahasan bisa menjadi tidak jelas dan bias jika dipaparkan melalui sekedar tulisan dan gambar. Beberapa orang menganggap karena kapasitas media tulisan dan gambar tidak cukup untuk menanggung beban bahasan tersebut - padahal ada ungkapan satu gambar dapat menjelaskan seribu kata. Untuk lebih memperjelas sebuah bahasan, maka terkadang dibutuhkan diskusi sehingga terjadi dialog dua arah dari pendonor ke orang yang hendak diberi penjelasan olehnya.
Tulisan saya kali ini pun mungkin akan bernasib demikian, tidak jelas dan bias. Akan tetapi, saya ingin menantang diri saya sendiri untuk bisa menjelaskan sebuah ide yang tidak umum dipahami manusia kebanyakan melalui media yang cenderung satu arah, blog.
Substansi dari tulisan ini sendiri bisa jadi dinilai penting, jika penyampaian saya tepat. Tetapi bisa juga hal ini hanya terlihat sebagai ide konyol yang sebaiknya diacuhkan saja. Mari kita mulai.
Seperti yang kita ketahui, penanggalan yang umum digunakan di dunia adalah penanggalan Gregorian yang mendasarkan perhitungannya pada pergerakan matahari. Dalam perkembangannya, sistem penanggalan ini telah beberapa kali mengalami revisi. Salah satu revisi yang terkenal adalah penambahan satu hari dalam salah satu tahun pada siklus empat tahun. Tahun yang kebagian jatah hari lebih banyak ini kemudian lebih dikenal dengan nama tahun kabisat.
Islam, sebagai agama langitan, tidak menggunakan penanggalan Gregorian, yang penuh revisi dan intervensi manusia, dalam menetapkan hari-hari rayanya. Penanggalan yang digunakan adalah penanggalan Hijriah yang mendasarkan perhitungannya pada pergerakan bulan. Berbeda dengan penanggalan Gregorian, penanggalan Hijriah sampai saat ini masih steril dari intervensi manusia. Salah satu konsekuensinya adalah kesulitan dalam membuat kalender satu tahun penuh di awal tahun. Maka tidak heran jika kemudian banyak umat Islam yang berselisih dalam menentukan hari raya Idul Fitri karena perbedaan hasil metode Hisab dan Ruqyat.
Saya tidak tertarik untuk membahas perselisihan tersebut karena sudah banyak yang memberikan pendapatnya. Namun jika anda tertarik, saya merekomendasikan satu artikel menarik mengenai penentuan hari Idul Fitri yang bisa dilihat di sini.
Permasalahan perbedaan waktu di dalam menentukan waktu-waktu ibadah di dalam Islam sebenarnya bisa menjadi kajian yang menarik. Kebetulan beberapa tahun yang lalu saya tiba-tiba memikirkan,"Daerah pertama di dunia yang memulai hari itu sebenarnya di mana sih?"
Akhirnya saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut. Batas penanggalan dunia ada di garis bujur 180°. Garis batas ini adalah garis maya yang di beberapa bagian meliuk-liuk untuk disesuaikan dengan garis batas negara yang bersangkutan. Beberapa revisi untuk garis ini terjadi pada perbatasan Rusia - Amerika Serikat di Selat Bering dan di perbatasan Kiribati - Amerika Serikat. Garis batas penanggalan yang jelas dapat anda lihat dengan mengklik gambar di bawah ini.

(Sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/61/International_Date_Line.png)
Garis maya hasil kesepakatan orang-orang inilah yang kemudian menjadi batas hari. Seberapa signifikan garis tersebut? Ferdinand Magellan pernah dibuat bingung ketika mengelilingi bumi ke arah barat karena ketika dia sampai di titik awal keberangkatannya, ternyata dia telat satu hari dibandingkan jurnal pelayaran yang dia buat. Fenomena unik ini juga diracik secara menarik oleh Jules Verne melalui novel cerdasnya, Around The World in 80 Days.
Jika anda masih bingung dengan fenomena apa yang saya maksud, maka ijinkanlah saya untuk memberi contoh yang saya ambil dari artikel Wikipedia Indonesia berikut ini:
Tonga dan Samoa adalah dua negara yang berdekatan. Jarak tempuh dua negara ini dengan menggunakan pesawat hanyalah dua jam. Akan tetapi Tonga berada di sebelah barat garis batas penanggalan sedangkan Samoa berada di sebelah timurnya. Artinya, ketika di Tonga adalah hari Selasa, maka di Samoa adalah hari Senin. Jika seseorang naik penerbangan dari Tonga pada hari selasa pukul 12.00 siang hari, maka ia akan sampai di Samoa pada pukul 14.00. Tetapi ia tiba di Samoa bukan pada hari Selasa, melainkan hari Senin, atau Ia berjalan mundur satu hari.Bayangkan apa yang terjadi bila saya, yang seorang muslim, berangkat dari Tonga selepas mengerjakan sholat Jumat menuju Samoa. Maka saya akan tiba di Samoa pada hari Kamis dan artinya dalam waktu kurang dari 24 jam berikutnya, saya memiliki kewajiban untuk menunaikan Sholat Jumat kembali. Saya mengerjakan sholat Jumat di saat, beberapa mil di sebelah barat saya sudah bukan hari Jumat lagi, melainkan Sabtu.
Kemudian yang mengusik pertanyaan saya adalah, apakah boleh umat Islam menggunakan batas penanggalan yang sama dengan kebanyakan orang di muka bumi ini, yaitu mendasarkan penggantian hari pada sebuah garis maya yang ditetapkan melalui konvensi? Jika tidak, lantas di manakah garis batas penanggalan menurut versi Islam?
Wallahu'alam bish-showab
Label: agama, ilmu pengetahuan, luar negeri, mimbar terbuka, rae against the machine, renungan
Dirangkai oleh Rae pada 9:11:00 PM 8 tanggapan
Minggu, November 05, 2006
kodok, lalat, dan penelitian operasional II (apa hubungannya?).
tau dong cerita penelitian ttg kodok!!!
kalo nggak tau gue ceritain ulang deh.
ada seorang peneliti yang sedang mengamati tingkah laku kodok. saat ini, ia sedang meneliti respon kodok terhadap suara. maka diletakkanlah seekor kodok di atas meja. kemudian si peneliti mengagetkan kodok dengan cara menggebrak meja.
GEBRAK!!!!
si kodok kaget dan melompat sejauh empat meter!
si peneliti kemudian memotong satu kaki depan si kodok. lalu diletakkannya kembali si kodok di atas meja. dan kembali meja ia gebrak.
GEBRAK!!!
si kodok melompat tiga meter.
peneliti kemudian memotong kaki depan si kodok yang tersisa, kemudian diletakkan di atas meja, dan dikagetkan kembali dengan suara gebrakan meja.
GEBRAK!!!
si kodok rupanya hanya melompat dua meter.
makin penasaran dengan penelitiannya, si peneliti kemudian memotong salah satu kaki belakang si kodok kemudian dikagetkannya kembali si kodok di atas meja.
GEBRAK!!!
si kodok dengan susah payah melompat sejauh satu meter.
untuk menuntaskan percobaannya, maka sang peneliti memotong kaki terakhis si kodok, lalu diuji kembali dengan menaruhnya di atas meja.
GEBRAK!!!
si kodok tidak bergerak.
sang peneliti tersenyum puas. lalu diambilnya buku log penelitian dia, lalu dia menulis: rupanya kodok adalah binatang yang amat unik, selain dapat bernafas melalui permukaan kulitnya, kodok juga mendengar tidak melalui telinga, melainkan melalui kaki.
lucu nggak? peduli amat mau lucu ato nggak. tapi kemaren gue maen ke kosan temen gue. kosannya masih baru, bagus pula. di kamarnya banyak makanan (sayang gue nggak suka coklat...).lagi asyik-asyik ngobrol, tiba-tiba kamar temen gue diserang sekawanan makhluk.
bukan kodok!
tapi lalet!!! temen gue langsung sewot karena lalet itu ada di karpet, lantai, meja belajar, tempat tidur, bahkan laptop (mungkin si lalet mau numpang ngecek imel).temen gue yang naik pitam dan gelap mata itu langsung ngambil sapu lidi buat ngusir lalet2 yang ada. kemudian dia ngelakuin tindakan yang (menurut gue) agak janggal. dia ngambil pengharum ruangan lalu disemprotkan ke arah lalet2 nakal layaknya sedang nyemprot baygon.lalu gue bertanya,"emang ngaruh, lo semprot pake pewangi ruangan?".temen gue yang masih sewot menjawab dengan napas tersengal-sengal dan muka merah akibat marah,"nggak juga sih..".ih... aneh banget kelakuan orang kalo lagi sewot ya? masih merasa risih dengan kehadiran helikopter-helikopter kecil itu, kemudian dia mematikan lampu ruangan sambil mengusir lalat-lalat keluar kamar. kemudian pintu ditutup, dan ia berkata,"kenapa ya... kok lalet seneng sama tempat terang".gue nggak berkomentar, karena gue nggak punya dasar pengetahuan untuk ngejawab pertanyaan dia. kemudian dia menghidupkan kembali lampu kamarnya.
tak lama berselang, lalat2 melancarkan agresi militer mereka yang ke-II. lagi-lagi temen gue sewot! ia berkata,"datengnya dari mana sih! padahal jendela sama pintu kan masih ketutup.tadi pas gue matiin lampunya kan udah pada kabur!".gue yang emang gak terlalu risih dengan adanya lalat2 itu akhirnya berkesimpulan dan berusaha meluruskan jalan pikirannya,"hai saudaraku, sesungguhnya ketika engkau mematikan lampu tadi dan beranggapan bahwa lalat-lalat sudah tidak ada di kamar, hanyalah perasaanmu belaka, dikarenakan ketidakmampuanmu untuk melihat mereka di dalam gelap. maka tatkala lampu kau hidupkan, lalat-lalat itu kembali tampak, dan kau kembali kesal olehnya".
sekarang coba bandingin cerita si kodok sama si lalet. orang bisa terperdaya dengan pikirannya sendiri. pikiran manusia memiliki kemampuan yang amat dahsyat untuk mempengaruhi persepsi. maka dari itu, diperlukan akal sehat dan ketenangan berpikir untuk dapat mengambil kesimpulan yang terbaik. lalu apa hubungannya dengan penelitian operasional II?
oh, kalo itu, sebenernya adalah contoh laen lagi tentang kegagalan berfikir seperti dua contoh diatas yang dialamin sama gue. kisah ini terjadi ketika ujian penelitian operasional II yang berlangsung tempo hari. Masa gue ngitung 1 - 0.27 itu hasilnya -0.27 sih!!! padahal udah gue itung berulang-ulang. GOBLOK-GOBLOK!!! berfikir jernih dan tenang itu adalah keharusan rupanya.... kalo lagi kalut, lebih baik jangan kerja dulu.
Label: catatan terbuka, cerita orang, ilmu pengetahuan, info gak guna, keluh kesah, mimbar terbuka, renungan
Dirangkai oleh Rae pada 4:57:00 PM 0 tanggapan
isotonic beverages
orang indonesia itu goblok banget! jangan marah dulu, coy... sebenernya gue cuma mau ngangkat satu tema di sini. tentang beverages. berhubung latar belakang pendidikan gue adalah agroindustri, dan produk ini masih dalam ranah keilmuan gue.
kita mulai dari jaman dulu ketika coca-cola mulai menyerbu indonesia seketika setelah politik indonesia menjadi bebas-aktif dan indonesia tidak lagi anti-amerika secara de-jure. invasi ini juga disertai dengan invasi dari kroni-kroninya (sprite dan fanta). dalam kurun waktu yang tak lama, coca-cola company menjadi gaya hidup. tidak ada lagi stup nenas yang menjadi idola rakyat sebagai perlambang jati diri dan status sosial. orang keren minum coca-cola. itu dulu. sekarang berangkat ke akhir 80-an sampe awal 90-an. green sand mulai masuk ke indonesia. betapa hebatnya invasi ini, sampai-sampai ikon semua lapisan rakyat saat itu (warkop DKI) sempet di-"endorse" pada satu filmnya (chips). green sand sendiri sempet mengempit ceruk tersendiri dalam dunia minuman "bangsa_ikut_ikutan" ini. meskipun ada fatwa haram dari MUI yang menyatakan bahwa alkohol adalah haram meskipun dalam kadar yang amat sedikit. lalu sekitar pertengahan 90-an sampai akhir 90-an sempet masuk juga RC-cola. "coca-cola wannabe" ini langsung terpuruk seketika, walaupun sempat memiliki angka penjualan yang fantastis sebagai pendatang baru.
paragraf di atas itu cuma sekedar intro yang gue susun secara serampangan dan gue sendiri nggak tau kebenerannya. semua itu cuma pake ingetan gue yang dulu masih kecil dan sedikit daya khayal untuk menjadi bumbu cerita (yang rupanya nggak terlalu membantu kualitas isinya)
sekarang lagi jamannya minuman pengganti ion tubuh. yang memulai ini sebenernya nggak jelas siapa. tapi kalo ingetan gue nggak salah sih sebenernya gatorade sempet masuk di tahun 90-an. tapi karena rasa dan harganya nggak pas dengan orang indonesia, mereka agaknya harus berkemas. yang paling oke, emang pocari sweat. dengan kemasan kaleng, dia mampu mengambil pasar para olahragawan. dengan bantuan pemasaran yang oke dari mulut ke kuping (bukan mulut ke mulut seperti yang sering disebut) dari konsumennya, berupa komentar semacam,"bener, lho.. aus gue langsung ilang. beda banget sama aer putih.". agaknya pocari sweat adalah pejudi ulung yang emang bisa manfaatin kesempatan yang sama sekali nggak dilirik sama kompetitor lainnya. mengapa hal ini bisa terjadi? berikut penjalasan logis yang sedikit serampangan dari gue:
pocari sweat sebenernya adalah minuman yang komposisinya isotonik dengan cairan tubuh manusia. maksudnya apaan tuh? gue juga nggak terlalu yakin buat ngejelasinnya, tapi mungkin kurang lebih begini. cairan di dalam tubuh manusia itu nggak cuma terdiri dari aer, tapi juga terdiri dari mineral-mineral yang dibutuhin sama tubuh dalam jumlah kecil. nah, kalo kita minum air putih, cairan ini nggak langsung bisa dipake karena harus ditambahin mineral dulu sama tubuh yang berasal dari bahan makanan yang laen. mungkin penjelasanan kasarnya begitu. jadi wajar kalo efek yang dihasilin sama minuman isotonik ini cukup cepat ke tubuh.
setelah beberapa tahun berjaya sendirian, akhirnya ada juga beberapa kompetitor yang masuk dengan berbagai brand seperti pokap, isotonik (yang ini keluaran kongsi dagang coca-cola company), pro-sweat, dll.
kenapa butuh cairan isotonik? tubuh kita yang baru aja digenjot buat olahraga mengalami dehidrasi untuk meng(s)ekskresikan keringat. nah untuk mengganti cairan yang keluar itulah dibutuhkan cairan ini.
sebenernya minuman kayak begini bukan barang baru buat kita. anak sd kelas tiga pun sebenernya udah tau ada minuman ini berikut manfaatnya. CUMAN!!! terminologinya beda... percaya nggak percaya cairan isotonik itu sebenernya bisa dibuat dengan biaya nggak nyampe Rp 500 untuk jumlah yang sama banyaknya dengan sekaleng pocari sweat yang harganya bisa sampe empat rebu rupiah. nggak perlu laboratorium keren juga buat ini, cukup dapur mana aja. bahkan lo bisa juga buat pocari sweat- pocari sweat-an setelah baca tulisan gue ini.
pas kita sd, kita pernah belajar beberapa jenis penyakit seperti beri-beri (kekurangan vitamin B), polio, dll. nah, selain penyakit yang udah disebut di atas juga ada penyakit diare. diare ini adalah masalah pada saluran pembuangan kita. bisa dibilang katupnya dol. jadi tokay kita itu encer karena usus (gue lupa usus halus apa usus besar, tapi kayaknya usus halus deeeh...) yang harusnya bisa menyerap lebih banyak air nggak bisa menyerap lebih banyak lagi. akhirnya banyak cairan kita yang terbuang percuma. untuk mengatasi dehidrasi ini, kita disuruh minum oralit. nah, oralit inilah yang dalam kajian lain sering disebut dengan cairan isotonik. oralit kalo gue nggak salah inget dibuat dengan komposisi sebagai berikut. aer satu gelas normal, gula sekitar dua sendok (aduuuh gue lupa!!!!) sama garam (kalo nggak salah seperlima banyaknya gula deeh...). sori... gue bener-bener lupa. garem yang dimasukin itu gunanya adalah untuk menghasilkan konsentrasi cairan yang sama dengan cairan tubuh. sebagaimana kita ketahui, garem dapur adalah NaCl yang merupakan mineral yang dibutuhin tubuh.
percaya kan, kalo pocari sweat dan konco-konconya itu cuma manfaatin budaya kita yang konsumtif. kalo yang jadi masalah adalah soal rasa, kenapa lo nggak nyoba gini. buat oralit (dengan komposisi yang tepat, lo cari sendiri komposisinya. gue nggak inget) tapi ganti gulanya dengan sirop kesukaan kamu. insya allah efek yang dihasilkan nggak jauh beda dengan efek yang dihasilin minuman isotonik yang kini makin marak.
selamat mencoba....
Label: gaya hidup, ilmu pengetahuan, rae against the machine
Dirangkai oleh Rae pada 4:46:00 PM 0 tanggapan
Jumat, Maret 03, 2006
asal usul agustus dan juli
dahulu kala bulan dalam penanggalan masehi hanya ada sepuluh buah. kalo nggak percaya coba perhatikan bulan kedua belas kita yang bernama desember dari kata deca (sepuluh). bulan sebelumnya november (nona= 9), oktober (octa=8), september (septa=7) juga memperkuat kenyataan ini. pada jaman kaisar augustus, demi menyempurnakan sistem penanggalan masehi yang ada, maka ditambahkan dua bulan lagi sehingga genaplah dua belas bulan dengan jumlah hari sekitar 365 hari tiap tahunnya. lalu nama yang ditambahkan itu adalah juli (dari nama julius kaisar yang mahsyur itu)dan nama dia sendiri agustus (augustus).namun coba perhatikan deret berikut
januari =31 hari
februari =28/29 hari
maret =31 hari
april =30 hari
mei =31 hari
juni =30 hari
juli =31 hari
agustus =31 hari
september=30 hari
oktober =31 hari
november =30 hari
desember =31 hari
perhatikan yang tulisannya merah!!! jumlah hari di bulan februari paling sedikit dibanding bulan yang lain sementara bulan agustus berjumlah 31 hari padahal bulan sebelumnya (juli) sudah berjumlah 31 hari. usut punya usut rupanya kaisar augustus menginginkan agar jumlah hari di bulan dia berjumlah 31, untuk itu dia mengambil jatah bulan februari. jadi seharusnya itu februari berjumlah 29/30 hari.
(diisarikan dari berbagai sumber. INI BUKAN CERITA BOONG!!!)
Label: ilmu pengetahuan
Dirangkai oleh Rae pada 3:15:00 PM 0 tanggapan