Jumat, September 07, 2012
Penting Mana: Sah Menurut FIFA atau Anggota?
Label: ambisi, blogosphere, persaingan
Dirangkai oleh Rae pada 3:49:00 PM 0 tanggapan
Kamis, Maret 08, 2012
Olahraga? Sport?
Label: bahasa dan sastra, catatan terbuka, kesehatan, persaingan
Dirangkai oleh Rae pada 8:06:00 PM 2 tanggapan
Selasa, September 01, 2009
sekali ini, kita bicara soal orisinalitas
walau hanya sekejap, tapi saya berani bilang bahwa saya pernah berkecimpung di dunia kreatif. sebagaimana anak muda lain yang sedang meraba identitasnya, saya memilih untuk nge-band bersama teman-teman sekolah ketika itu. dengan modal suara pas-pasan dan pengetahuan struktur lagu yang jauh dari memadai, saya masih mampu membuat beberapa lagu. ya, beberapa lagu.
lagu-lagu yang selalu dengan bangga saya dendangkan sambil bersusah payah menarikan jemari mengganti kuncian pada frat-frat gitar. tidak peduli ada atau tidak ada yang mendengar, tidak peduli ada atau tidak ada yang mengapresiasi. untuk saya, dengan kemampuan minimal, mampu merangkai lagu sendiri adalah kebanggaan.
rasanya tidak ada orang yang mau disebut plagiat. namun bagaimanapun juga, pengaruh luar akan selalu ada di dalam setiap karya, termasuk karya musik. dengan wawasan musik yang ada, tentunya saya pun secara tidak sadar menjadi "dituntun" ketika membuat lagu. dituntun oleh wawasan saya. saya dituntun intuisi saya untuk membuat progresi yang enak dilangkahkan, saya dituntun oleh intuisi saya untuk merangkai lirik yang megah, dan intuisi saya digerakkan oleh pengetahuan musik yang saya miliki.
karya-karya saya tidak mungkin orisinil. sama seperti karya orang-orang lain juga. dari pee wee gaskins sampai Sebastian Bach, mereka semua pasti memiliki pengaruh dari luar. bisa dipastikan tidak ada yang orisinil.
maka ketika ribut-ribut lagu kebangsaan Malaysia dituduh menjiplak lagu Terang Bulan, saya memilih untuk tidak ambil pusing. ternyata pilihan sikap saya seperti mendapatkan pembenaran. selang beberapa hari kemudian Remy Silado pun memberi klarifikasi bahwa ternyata lagu Terang Bulan pun menyadur lagu perancis. lucu sekaligus ironis.
untuk apa capek-capek menuduh mereka penjiplak? toh sehebat apapun progresi not yang bisa dibuat tetap saja maksimal berpijak pada 7 not yang ada pada tangga nada diatonis. orisinalitas dalam musik sudah hilang sejak awal. orisinalitas di dalam musik sudah habis ketika bunyi pertama terdengar di dunia ini. orisinalitas itu hanya milik Ia, Yang Maha Mencipta.
Label: lirik sendiri, luar negeri, musik, persaingan, politik
Dirangkai oleh Rae pada 10:51:00 PM 3 tanggapan
Rabu, Maret 12, 2008
DANDAN YUUUK.......
yuhuuuuuuuuu................. pasti gue dimarahin anan niiih...
tau kenapa di marahin?
karena kemaren gue bilang ke dia kalo gue adalah seorang blogger yang tugas utamanya adalah membuat tulisan, bukannya mempersolek blog, sementara sekarang....
gue lagi mempersolek blog gue....
Label: info gak guna, persaingan, senam jari, welcome drink
Dirangkai oleh Rae pada 12:39:00 PM 1 tanggapan
Selasa, Maret 06, 2007
tipikal sopir angkot
sebagai salah satu warga negara yang mendukung gerakan transportasi massal, maka semenjak dahulu kala gue lebih sering make angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. mmm... sebenernya alesan tadi cuma sebagai alasan tambahan, alasan utamanya sih lebih karena gue nggak mampu beli motor. he... he... he...
nah, sebagai salah seorang yang berpengalaman dengan angkutan kota, maka gue bisa mendeskripsikan secara general sifat-sifat sopir di beberapa kota.
1. jakarta
sangat tipikal jakarta seperti yang sudah menjadi stereotipe: UGAL-UGALAN
2. bandar lampung
tipikal sopirnya banyak gaya. liat aja mobil-mobil angkot gaulnya. kalo speaker aktif segede-gede gaban-sariban di belakang udah dianggap lumrah di beberapa kota, sekarang mulai marak angkot-angkot yang make tivi portabel segala. masya allah... belagunya sopir-sopir di bandar lampung gak cuma nyampe situ aja, ada satu pengalaman gue yang bikin gue tercengang:
sopir: ais... gua ni lagi males narik lah...
kenek: ya udah, kita nonton bioskop aja di arto (arto singkatan dari artomoro yang sering didefinisikan sebagai tempat gaul anak-anak bandar lampung).
sopir: tapi gua belom kemek (kemek: makan) nih. makan dulu geh.
kenek: ya udah makan di cfc aja di sebelah twenty one-nya itu.
perjalanan terus berlanjut, sementara gue mulai mereka-reka berapa keuntungan sopir angkot dalam satu hari
seseorang naik, duduk di sebelah sopir. rupanya masih rekan dari si sopir dan kenek.
sopir: wedeeeee... ke mana aja lo ni. ga pernah keliatan. jadi orang geh sombong bener.
seseorang yang duduk di depan: aisss... gue ini ada lah, lo orang aja yang jarang liat gue.
kenek: wei... kita orang mo nonton nih, lo mau ikut gak?
seseorang yang duduk di depan: wah boleh juga. udah banyak duit tah lo orang ni? udah dapet berapa rit (rit: satu kali pulang-pergi jurusan)?
kenek: baru setengah rit (yang artinya baru sekali jalan), kita orang lagi males narik aja.
rae (dalam hati): kek mana lo orang mau kaya, kerjaannya geh foya-foya mulu...
3. bogor
entah kenapa, gue ngerasa sopir angkot di bogor jauh lebih goblok dibandingin dengan sopir-sopir angkot di tempat laen. berikut adalah beberapa contoh:
A. ngetem
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)
kesimpulan: sopir angkot itu baru bisa berhitung sampe angka dua (2).
B. kembalian
mobil angkot udah penuh dengan orang-orang, akhirnya mobil pun berjalan...
penumpang: kiri ya...
mobil menepi, lalu si penumpang memberikan ongkos yang seharga dua ribu dengan uang pecahan sepuluh ribu.
sopir: waduh mas, saya baru keluar nih. nggak ada uang kecil aja?
penumpang: wah ga ada... itu udah yang paling kecil (sembari memperlihatkan isi dompetnya).
sopir: oh, ya udah deh. bawa aja uangnya...
mobil pun berjalan melanjutkan kembali petualangannya...
GEBLEK BANGET!!!!
kenapa si sopir gak nyoba nyari tukeran duit dulu ke penumpang yang laen. ato gak, narikin ongkos dari penumpang laen. dengan narikin ongkos dari empat orang aja kan artinya dia udah bisa ngasih kembalian delapan ribu perak (4 x @2.000= 8.000)!
Label: gaya hidup, persaingan, transportasi
Dirangkai oleh Rae pada 11:36:00 AM 0 tanggapan
Sabtu, Januari 06, 2007
digampar cewek
tinggal di harlem, artinya orang itu kulit hitam.
makan babi itu berkonotasi dengan orang itu bukan islam atau yahudi yang taat.
kalo ada orang yang make ganja, besar kemungkinan orang itu juga ngerokok.
kalo ada cowok yang digampar cewek, maka cowok itu besar kemungkinan adalah cowok brengsek.
sekarang gue tanya ke lo semua! lo bisa jawab di kolom comment di bawah postingan ini.
APA GUE KELIATAN KAYAK COWOK BRENGSEK?
APA GUE PERNAH MAENIN CEWEK?
APA GUE PERNAH FLIRTING KE SEMBARANGAN CEWEK (gue flirting cuma ke cewek tertentu aja...)?
nggak kan!
tapi semua reputasi yang selama ini sudah gue bangun kandas dengan sempurna.
karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga.
kering padang karena kemarau sebulan, basah kuyup karena hujan sejenak.
kejadian ini terjadi pada hari rabu 8 desember 2006.
gue yang lagi on duty sbg asprak (asisten praktikum), merasakan rasa asam yang berlebihan di mulut gue (udah lama nggak ngerokok, dah lebih dari 21 taun). akhirnya turunlah gue sejenak ke kantin sapta fateta yang tercinta untuk minum minuman yang sudah meng-endorse gue (dengan nilai kontrak 0 rupiah), yaitu "tebs". rupanya, di kantin sedang ada kampanye general untuk pemilihan ketua himalogin (hima-himaan gitu). berbagai atribut pendukung dikenakan dan sorak sorai membahana di seantero lapisan udara sapta. gue yang merasa amat segar karena sudah minum tebs, merasa terpanggil untuk ikut berteriak-teriak!
WAAAA
WAAAA
WAAAA
WAAAA
4 kali teriakan WAAAA membahana dari mulut gue.
tapi rupanya gue menjadi orang yang salah di saat yang salah di tempat yang salah. di sebelah kiri gue ada isti yang dikenal sebagai margaret tecer-nya tin40. gue belum sadar dengan bahaya yang sedang mengintai gue. gue kembali teriak-teriak dan....
rupanya singa itu mengamuk! dia membalikkan badannya, lalu dengan sangat tiba-tiba menggampar gue!
PLAKKKK....
rupanya ia terganggu dengan suara bising gue.
sekarang gue harus menanggung hidup dengan predikat sebagai seorang pria baik-baik yang pernah digampar cewek.
hiks....
special feature: percakapan yang amat gue takutin untuk terjadi
calon mertua : menurut kamu... kamu ini brengsek, nggak?
rae : (dengan mantap dan tegas) nggak, om!
calon mertua : pernah digampar cewek?
rae : (merasa minder) pernah, om...
GIMANA CARA GUE NGEJELASIN SEMUA INI!!!!
Label: ambisi, canda tawa, catatan terbuka, cerita orang, gaya hidup, info gak guna, persaingan
Dirangkai oleh Rae pada 6:51:00 PM 3 tanggapan
Selasa, November 28, 2006
rae VS odonx
ada temen kuliah gue yang katanya siiih... appereancenya mirip-mirip gue. ugh... males banget gue disama-samain sama dia. nama dia arvi also known as odonx.
dan kita punya beberapa cerita konyol gara-gara orang laen gagal mengidentifikasi
kisah satu
khiar rupat amin: ee...... kamu komti (komti: semacam ketua kelas) prober ya?
arvi: bukan, komti prober si rae.
khiar: ah, kamu kan rae, komtinya. iya kan?
arvi: bukan!!!!!
kisah dua
pak upit: rae, gimana printer himalogin. berapa harganya? udah beli belum?
rae: ??? printer apa pak? oh... kayaknya itu urusannya arvi deh pak. saya nggak ngerti apa-apa...
pak upit: oh... iya... ya? arvi yang mana ya? kalo ketemu bilangin ya...
kisah tiga
anak42 (adek kelas gue) lagi jualan tiket: kak rae!!! kak rae!!! beli tiket dong!!! ayo beli!!!
arvi : (dengan muka bingung, lalu berubah jadi marah) GUE BUKAN RAE!!!! GUE ARVI!!!!
kesimpulan: rae lebih populer daripada arvi. ha....3x
eh... masih ada kisah keempat!!
tukang soto: (nganterin soto ke meja makan dimana ada arvi dan gue) mas mesen soto tadi ya? (ngomong ke arvi)
arvi: (hening sejenak, lalu noleh ke gue) rae, lo tadi mesen soto?
Label: canda tawa, catatan terbuka, info gak guna, persaingan, rae against the machine
Dirangkai oleh Rae pada 5:43:00 PM 0 tanggapan
Selasa, Februari 14, 2006
SMUn 2 vs SMUn 12
nah.... jarang2 negh gue membangga-banggakan sma gue yang terkutuk. tapi pengalaman ini konyol banget.
ketika itu gue kelas tiga sma. gue dan beberapa temen gue dari band kami yang sudah tersohor namanya hendak berlatih di salah satu studio terkemuka di ibukota propinsi tersebut. alhasil, karena mobil gitaris gue lagi dipake bokapnya, mobil drumer gue udah dijual, mobil gue lagi dipake ibu gue, mobil basis gue lagi dipake buat jualan anggur vigour, dan mobil gitaris gue yang laen lagi di luar kota, kita akhirnya berusaha merakyat dengan naek angkot yang memasang sound system maha dahsyat.
di dalam angkot sudah ada beberapa anak cewe (beberapa agak kece).gue dan temen2 gue bertukar canda, tawa, dan cacian, sampai saat itu. bassist gue yang masih make seragam osisnya (gue dan temen2 yang laen juga masih make seragam osis juga, sih) tiba2 nunjuk2 ke arah lengan salah satu anak cewek yang duduk di depan kami. rupanya bassist gue itu nunjuk badge anak itu yang make seragam osis juga. di badge itu tertulis bagian atas "SMUN 2" lalu di bagian bawahnya yang biasa ditulis B.lampung diganti oleh beliau menjadi belas. jadi maksudnya itu smun 12.
YA ALLAH MAKSA BANGET!!!!!
dan
YA ALLAH.... TEMEN GUE NORAK BANGET NUNJUK2 KE ARAH TUH CEWEK.
dan
YA ALLAH.... KOQ TEGA2NYA GUE DAN TEMEN2 YANG LAEN IKUTAN KETAWA!!!!
mungkin karena malu atau emang udah nyampe tujuannya, nggak lama kemudian tuh cewek turun dari angkot.dan barulah kami sadar kalo ulah kami keterlaluan.
Moral:
gue pengen lo semua bangga terhadap diri lo sendiri. karena kalo lo udah ngerasa minder, lalu siapa lagi yang mau ngehargain lo? emang sih sma 2 terkenal seantero propinsi. emang sih, secara akademis anak2 sma 2 itu hebat2.dan emang juga sih secara kasta anak 2 sma 12 itu ada jauh di bawah sma 2.tapi lo liat deh gue!!! apa gue bangga jadi anak sma2? kalo gue bisa ngulang kelulusan smp gue, pasti sma2 nggak bakal gue pilih.
liat kan, nggak ada gading yang nggak retak (oh... gading...). walopun diliat sama orang luar (anak12 tersebut) bagus, tapi ternyata di dalam sma2 sendiri (gue!!!) masih ngerasa ada borok yang nggak ada di sekolah laen.
So, be proud for your self!!!!
diambil dari raemustarani.blogs.friendster.com pada 14 02 2006
Label: persaingan, tips
Dirangkai oleh Rae pada 3:08:00 PM 3 tanggapan