Tampilkan postingan dengan label persaingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label persaingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 07, 2012

Penting Mana: Sah Menurut FIFA atau Anggota?


Berawal dari sebuah tulisan saya yang dimuat di goal.com Indonesia (PSSI dan Paham Berorganisasi), kemudian muncul counter tulisan di Kompasiana yang ditulis oleh Benjo Steward (PSSI, Milik FIFA Atau Milik Anggota?). Sayangnya, tulisan tersebut tidak diawali dengan pemahaman yang benar atas tulisan saya sebelumnya. Untuk kali ini, mohon agar bisa membaca tulisan saya dengan lengkap.
Pada akhir tulisan, Benjo menarik kesimpulan (yang saya tulis ulang secara verbatim), “ada sebuah energi propaganda yang dibangun secara sistematis dan masif untuk menyamaratakan derajat eksistensi PSSI yang dipimpin La Nyala Mataliti dengan PSSI yang diakui oleh FIFA.
Terus terang saya bingung dengan maksud “sistematis dan masif”. Kalau tulisan saya dituduh sistematis okelah saya akui. Bagaimana mungkin membuat tulisan yang tidak sistematis? Tapi saya menolak jika saya dituduh telah melakukan propaganda secara masif. Tulisan “PSSI dan Paham Berorganisasi” adalah satu-satunya tulisan saya yang membahas soal kisruh PSSI (sebelum tulisan ini terbit tentunya). Kebetulan saja Goal.com Indonesia kemudian tertarik untuk menayangkannya. Lalu bagaimana mungkin satu tulisan bisa dianggap sebagai usaha yang masif?
Benjo kemudian mempermasalahkan pandangan saya yang menilai eksistensi PSSI La Nyala sama pentingnya dengan PSSI Djohar Arifin. PSSI Djohar dilegitimasi oleh FIFA, sedangkan PSSI La Nyala dilegitimasi oleh anggotanya. Legitimasi dari FIFA maupun dari anggota menurut hemat saya, sama pentingnya. Legitimasi FIFA tidak berarti apa-apa jika kemudian tidak disertai legitimasi dari anggotanya. Apakah tidak malu jika kemudian bertanding atas nama Indonesia namun di saat yang sama dicemooh oleh bangsa Indonesia sendiri. Sebaliknya, legitimasi dari anggota tanpa legitimasi FIFA juga akan membawa sepakbola Indonesia jalan di tempat.
Benjo lebih banyak menyorot sah tidaknya KLB Ancol. Benjo juga membawa beberapa pasal dari Statuta PSSI yang mengatur soal Kongres Luar Biasa. Anehnya, ternyata statuta yang dipegang oleh Benjo ternyata tidak sama dengan statuta yang saya pegang. Pada statuta yang dimiliki Benjo, masalah KLB ada pada pasal 10, sedangkan pada statuta yang saya pegang, KLB ada di pasal 31. Isi dari pasal-pasal itu pun berbeda.
Ternyata statuta yang saya pegang adalah statuta yang dihasilkan melalui Kongres Bali, 13 Februari 2009. Statuta ini telah disetujui FIFA dan sampai saat ini pun (7 September 2012; 13:42 WIB, mungkin setelah ini langsung diganti statutanya?) masih bisa didownload di website PSSI Djohar Arifin (Pada Menu Utama, pilih PSSI >> Statute). Lucu, padahal di awal kekisruhan PSSI, Djohar dengan lantang mengatakan bahwa hasil Kongres Bali tidak sah. Lalu mengapa masih ada di website PSSI-nya? Maka tidak perlulah saya menanggapi argumen Benjo karena berdasarkan pada Statuta yang keliru.


Adalah salah jika kemudian ada yang menganggap saya pro La Nyala. Tapi memang saya akui, saya merasa lebih baik jika Djohar Arifin mundur dari jabatan Ketua PSSI. Tapi saya bukan pemilik PSSI. Sama seperti Benjo. Kita semua hanya penggemar PSSI. Penggemar yang terkadang memiliki sense of belonging terlalu besar dari seharusnya.
Pemilik PSSI adalah anggota mereka sendiri. FIFA pun, sekali lagi saya tekankan, tidak memiliki kuasa untuk mengatur siapa yang menjadi Ketua Umum PSSI. FIFA hanya bisa memaksa PSSI meratifikasi  aturan-aturan FIFA ke dalam Statuta PSSI. Itupun harus melalui mekanisme Kongres. Artinya FIFA menghormati kedaulatan anggota PSSI. Aturan FIFA diadopsi oleh PSSI bukan atas keterpaksaan, namun oleh rasa tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam persepakbolaan dunia.
Melihat makin meruncingnya konflik dari kedua pihak yang rasanya semakin mustahil untuk disatukan, maka saya mencoba memberi solusi. Solusi yang saya berikan pada tulisan “PSSI dan Paham Berorganisasi”, sebagaimana yang tertuang pada paragraf terakhir, bukanlah bentuk dukungan pada salah satu pihak. Namun sebuah cara yang elegan, sesuai dengan statuta, dan harusnya bisa disepakati oleh semua pihak, baik oleh anggota, PSSI kubu Djohar, PSSI kubu La Nyala, maupun FIFA yaitu: Kongres Luar Biasa.
Kongres Luar Biasa yang digelar nanti tentu harus dihadiri oleh FIFA, tidak seperti KLB Ancol yang hasilnya tidak digubris FIFA. Kongres nanti juga harus dihadiri oleh anggota yang sah, bukan 26 caretaker pengurus provinsi dari total 33 pengprov yang ada. Agar lebih fair, Anggota kongres yang digelar haruslah anggota yang sama dengan anggota yang telah memberi mandat kepada Djohar Arifin di Solo lalu. Melalui kongres ini, semua pihak bisa melihat, apakah Djohar Arifin masih diakui anggotanya atau tidak. Masalahnya, berani tidak?

Kamis, Maret 08, 2012

Olahraga? Sport?

Ada hal yang mengganggu pikiran saya semenjak dulu. Apakah benar sport sama dengan olahraga? Ternyata, kalau diteliti dari definisinya, gak begitu lho. Kacaunya, hal ini telah diterima secara umum di Indonesia dan di kamus Inggris - Indonesia pun sport sering diartikan sebagai olahraga.
Ada jenis sport yang bukan olahraga. Begitu pula sebaliknya, ada olahraga yang tidak masuk di dalam kategori sport. Olahraga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai: gerak badan unt menguatkan & menyehatkan tubuh. Sedangkan sport, menurut Pocket Oxford Dictionary didefinisikan sebagai: game or competitive activities, usually involving physical exertion.
Kelihatan kan bedanya. Maka dari itu kita mengenal bridge, catur, motoGP, & F1 sebagai sport, tapi sulit memahaminya sebagai olahraga. Begitu pula kasusnya untuk jogging, nge-gym, & senam pagi (seperti acara prime body atau yang versi Indonesianya dulu dipandu Vicky Burki, Prima Raga) adalah olahraga yang tidak masuk kategori sport. Karena olahraga-olahraga tersebut tidak memiliki unsur kompetisi yang merupakan definisi utama dari sport.
Jika demikian, maka harusnya permainan scrabble termasuk sport. Negara-negara Afrika seperti Senegal & Nigeria memang memasukkannya ke dalam sport. Lalu bagaimana dengan tinju? Apakah  tinju termasuk olahraga? Latihan yang harus dilalui petinju seperti lari, push up, dan skipping memang olahraga. Tapi apakah pertandingan tinjunya sendiri bisa dikategorikan sebagai olahraga? Apakah dengan bertinju, seorang petinju menjadi sehat?
Mungkin lebih tepat jika olahraga diartikan sebagai exercise. Sedangkan sport di dalam bahasa Indonesia mungkin lebih tepat jika diartikan sebagai permainan, pertandingan, atau perlombaan.

Selasa, September 01, 2009

sekali ini, kita bicara soal orisinalitas

walau hanya sekejap, tapi saya berani bilang bahwa saya pernah berkecimpung di dunia kreatif. sebagaimana anak muda lain yang sedang meraba identitasnya, saya memilih untuk nge-band bersama teman-teman sekolah ketika itu. dengan modal suara pas-pasan dan pengetahuan struktur lagu yang jauh dari memadai, saya masih mampu membuat beberapa lagu. ya, beberapa lagu.

lagu-lagu yang selalu dengan bangga saya dendangkan sambil bersusah payah menarikan jemari mengganti kuncian pada frat-frat gitar. tidak peduli ada atau tidak ada yang mendengar, tidak peduli ada atau tidak ada yang mengapresiasi. untuk saya, dengan kemampuan minimal, mampu merangkai lagu sendiri adalah kebanggaan.

dengan gitar ini, lagu-lagu itu biasa saya mainkan.

tak jarang teman berkomentar tentang lagu-lagu saya. tidak terlalu banyak yang mengapresiasi memang. tetapi sering kali komentar mereka seperti ini, "ini lagu siapa sih? kayaknya gue pernah denger." mahfum mereka menanyakan lagu siapa, karena memang lagu-lagu tersebut baru saya perkenalkan ke telinga mereka. tetapi banyak dari mereka yang seperti sudah familiar dengan lagu-lagu saya. seperti berusaha mengingat, tapi kemudian ingatan tersebut tersangkut di salah satu lekukan otak.

rasanya tidak ada orang yang mau disebut plagiat. namun bagaimanapun juga, pengaruh luar akan selalu ada di dalam setiap karya, termasuk karya musik. dengan wawasan musik yang ada, tentunya saya pun secara tidak sadar menjadi "dituntun" ketika membuat lagu. dituntun oleh wawasan saya. saya dituntun intuisi saya untuk membuat progresi yang enak dilangkahkan, saya dituntun oleh intuisi saya untuk merangkai lirik yang megah, dan intuisi saya digerakkan oleh pengetahuan musik yang saya miliki.

karya-karya saya tidak mungkin orisinil. sama seperti karya orang-orang lain juga. dari pee wee gaskins sampai Sebastian Bach, mereka semua pasti memiliki pengaruh dari luar. bisa dipastikan tidak ada yang orisinil.

maka ketika ribut-ribut lagu kebangsaan Malaysia dituduh menjiplak lagu Terang Bulan, saya memilih untuk tidak ambil pusing. ternyata pilihan sikap saya seperti mendapatkan pembenaran. selang beberapa hari kemudian Remy Silado pun memberi klarifikasi bahwa ternyata lagu Terang Bulan pun menyadur lagu perancis. lucu sekaligus ironis.

untuk apa capek-capek menuduh mereka penjiplak? toh sehebat apapun progresi not yang bisa dibuat tetap saja maksimal berpijak pada 7 not yang ada pada tangga nada diatonis. orisinalitas dalam musik sudah hilang sejak awal. orisinalitas di dalam musik sudah habis ketika bunyi pertama terdengar di dunia ini. orisinalitas itu hanya milik Ia, Yang Maha Mencipta.

Rabu, Maret 12, 2008

DANDAN YUUUK.......

yuhuuuuuuuuu................. pasti gue dimarahin anan niiih...
tau kenapa di marahin?

karena kemaren gue bilang ke dia kalo gue adalah seorang blogger yang tugas utamanya adalah membuat tulisan, bukannya mempersolek blog, sementara sekarang....

gue lagi mempersolek blog gue....

Selasa, Maret 06, 2007

tipikal sopir angkot

sebagai salah satu warga negara yang mendukung gerakan transportasi massal, maka semenjak dahulu kala gue lebih sering make angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. mmm... sebenernya alesan tadi cuma sebagai alasan tambahan, alasan utamanya sih lebih karena gue nggak mampu beli motor. he... he... he...

nah, sebagai salah seorang yang berpengalaman dengan angkutan kota, maka gue bisa mendeskripsikan secara general sifat-sifat sopir di beberapa kota.

1. jakarta
sangat tipikal jakarta seperti yang sudah menjadi stereotipe: UGAL-UGALAN



2. bandar lampung
tipikal sopirnya banyak gaya. liat aja mobil-mobil angkot gaulnya. kalo speaker aktif segede-gede gaban-sariban di belakang udah dianggap lumrah di beberapa kota, sekarang mulai marak angkot-angkot yang make tivi portabel segala. masya allah... belagunya sopir-sopir di bandar lampung gak cuma nyampe situ aja, ada satu pengalaman gue yang bikin gue tercengang:

sopir: ais... gua ni lagi males narik lah...

kenek: ya udah, kita nonton bioskop aja di arto (arto singkatan dari artomoro yang sering didefinisikan sebagai tempat gaul anak-anak bandar lampung).

sopir: tapi gua belom kemek (kemek: makan) nih. makan dulu geh.

kenek: ya udah makan di cfc aja di sebelah twenty one-nya itu.

perjalanan terus berlanjut, sementara gue mulai mereka-reka berapa keuntungan sopir angkot dalam satu hari

seseorang naik, duduk di sebelah sopir. rupanya masih rekan dari si sopir dan kenek.

sopir: wedeeeee... ke mana aja lo ni. ga pernah keliatan. jadi orang geh sombong bener.

seseorang yang duduk di depan: aisss... gue ini ada lah, lo orang aja yang jarang liat gue.

kenek: wei... kita orang mo nonton nih, lo mau ikut gak?

seseorang yang duduk di depan: wah boleh juga. udah banyak duit tah lo orang ni? udah dapet berapa rit (rit: satu kali pulang-pergi jurusan)?

kenek: baru setengah rit (yang artinya baru sekali jalan), kita orang lagi males narik aja.

rae (dalam hati): kek mana lo orang mau kaya, kerjaannya geh foya-foya mulu...



3. bogor
entah kenapa, gue ngerasa sopir angkot di bogor jauh lebih goblok dibandingin dengan sopir-sopir angkot di tempat laen. berikut adalah beberapa contoh:

A. ngetem
sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

sopir: ayo bu... ayo bu... dua lagi berangkat... dua lagi berangkat...
(dua orang naek ke dalem angkot)

kesimpulan: sopir angkot itu baru bisa berhitung sampe angka dua (2).

B. kembalian
mobil angkot udah penuh dengan orang-orang, akhirnya mobil pun berjalan...

penumpang: kiri ya...
mobil menepi, lalu si penumpang memberikan ongkos yang seharga dua ribu dengan uang pecahan sepuluh ribu.

sopir: waduh mas, saya baru keluar nih. nggak ada uang kecil aja?

penumpang: wah ga ada... itu udah yang paling kecil (sembari memperlihatkan isi dompetnya).

sopir: oh, ya udah deh. bawa aja uangnya...
mobil pun berjalan melanjutkan kembali petualangannya...

GEBLEK BANGET!!!!
kenapa si sopir gak nyoba nyari tukeran duit dulu ke penumpang yang laen. ato gak, narikin ongkos dari penumpang laen. dengan narikin ongkos dari empat orang aja kan artinya dia udah bisa ngasih kembalian delapan ribu perak (4 x @2.000= 8.000)!

Sabtu, Januari 06, 2007

digampar cewek

tinggal di harlem, artinya orang itu kulit hitam.
makan babi itu berkonotasi dengan orang itu bukan islam atau yahudi yang taat.
kalo ada orang yang make ganja, besar kemungkinan orang itu juga ngerokok.
kalo ada cowok yang digampar cewek, maka cowok itu besar kemungkinan adalah cowok brengsek.

sekarang gue tanya ke lo semua! lo bisa jawab di kolom comment di bawah postingan ini.
APA GUE KELIATAN KAYAK COWOK BRENGSEK?
APA GUE PERNAH MAENIN CEWEK?
APA GUE PERNAH FLIRTING KE SEMBARANGAN CEWEK (gue flirting cuma ke cewek tertentu aja...)?
nggak kan!

tapi semua reputasi yang selama ini sudah gue bangun kandas dengan sempurna.
karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga.
kering padang karena kemarau sebulan, basah kuyup karena hujan sejenak.

kejadian ini terjadi pada hari rabu 8 desember 2006.
gue yang lagi on duty sbg asprak (asisten praktikum), merasakan rasa asam yang berlebihan di mulut gue (udah lama nggak ngerokok, dah lebih dari 21 taun). akhirnya turunlah gue sejenak ke kantin sapta fateta yang tercinta untuk minum minuman yang sudah meng-endorse gue (dengan nilai kontrak 0 rupiah), yaitu "tebs". rupanya, di kantin sedang ada kampanye general untuk pemilihan ketua himalogin (hima-himaan gitu). berbagai atribut pendukung dikenakan dan sorak sorai membahana di seantero lapisan udara sapta. gue yang merasa amat segar karena sudah minum tebs, merasa terpanggil untuk ikut berteriak-teriak!
WAAAA
WAAAA
WAAAA
WAAAA
4 kali teriakan WAAAA membahana dari mulut gue.
tapi rupanya gue menjadi orang yang salah di saat yang salah di tempat yang salah. di sebelah kiri gue ada isti yang dikenal sebagai margaret tecer-nya tin40. gue belum sadar dengan bahaya yang sedang mengintai gue. gue kembali teriak-teriak dan....

rupanya singa itu mengamuk! dia membalikkan badannya, lalu dengan sangat tiba-tiba menggampar gue!
PLAKKKK....
rupanya ia terganggu dengan suara bising gue.

sekarang gue harus menanggung hidup dengan predikat sebagai seorang pria baik-baik yang pernah digampar cewek.
hiks....

special feature: percakapan yang amat gue takutin untuk terjadi

calon mertua : menurut kamu... kamu ini brengsek, nggak?
rae : (dengan mantap dan tegas) nggak, om!
calon mertua : pernah digampar cewek?
rae : (merasa minder) pernah, om...

GIMANA CARA GUE NGEJELASIN SEMUA INI!!!!

Selasa, November 28, 2006

rae VS odonx

ada temen kuliah gue yang katanya siiih... appereancenya mirip-mirip gue. ugh... males banget gue disama-samain sama dia. nama dia arvi also known as odonx.

dan kita punya beberapa cerita konyol gara-gara orang laen gagal mengidentifikasi


kisah satu

khiar rupat amin: ee...... kamu komti (komti: semacam ketua kelas) prober ya?

arvi: bukan, komti prober si rae.

khiar: ah, kamu kan rae, komtinya. iya kan?

arvi: bukan!!!!!



kisah dua

pak upit: rae, gimana printer himalogin. berapa harganya? udah beli belum?

rae: ??? printer apa pak? oh... kayaknya itu urusannya arvi deh pak. saya nggak ngerti apa-apa...

pak upit: oh... iya... ya? arvi yang mana ya? kalo ketemu bilangin ya...





kisah tiga

anak42 (adek kelas gue) lagi jualan tiket: kak rae!!! kak rae!!! beli tiket dong!!! ayo beli!!!

arvi : (dengan muka bingung, lalu berubah jadi marah) GUE BUKAN RAE!!!! GUE ARVI!!!!

kesimpulan: rae lebih populer daripada arvi. ha....3x




eh... masih ada kisah keempat!!

tukang soto: (nganterin soto ke meja makan dimana ada arvi dan gue) mas mesen soto tadi ya? (ngomong ke arvi)

arvi: (hening sejenak, lalu noleh ke gue) rae, lo tadi mesen soto?

Selasa, Februari 14, 2006

SMUn 2 vs SMUn 12

nah.... jarang2 negh gue membangga-banggakan sma gue yang terkutuk. tapi pengalaman ini konyol banget.

ketika itu gue kelas tiga sma. gue dan beberapa temen gue dari band kami yang sudah tersohor namanya hendak berlatih di salah satu studio terkemuka di ibukota propinsi tersebut. alhasil, karena mobil gitaris gue lagi dipake bokapnya, mobil drumer gue udah dijual, mobil gue lagi dipake ibu gue, mobil basis gue lagi dipake buat jualan anggur vigour, dan mobil gitaris gue yang laen lagi di luar kota, kita akhirnya berusaha merakyat dengan naek angkot yang memasang sound system maha dahsyat.

di dalam angkot sudah ada beberapa anak cewe (beberapa agak kece).gue dan temen2 gue bertukar canda, tawa, dan cacian, sampai saat itu. bassist gue yang masih make seragam osisnya (gue dan temen2 yang laen juga masih make seragam osis juga, sih) tiba2 nunjuk2 ke arah lengan salah satu anak cewek yang duduk di depan kami. rupanya bassist gue itu nunjuk badge anak itu yang make seragam osis juga. di badge itu tertulis bagian atas "SMUN 2" lalu di bagian bawahnya yang biasa ditulis B.lampung diganti oleh beliau menjadi belas. jadi maksudnya itu smun 12.

YA ALLAH MAKSA BANGET!!!!!

dan

YA ALLAH.... TEMEN GUE NORAK BANGET NUNJUK2 KE ARAH TUH CEWEK.

dan

YA ALLAH.... KOQ TEGA2NYA GUE DAN TEMEN2 YANG LAEN IKUTAN KETAWA!!!!

mungkin karena malu atau emang udah nyampe tujuannya, nggak lama kemudian tuh cewek turun dari angkot.dan barulah kami sadar kalo ulah kami keterlaluan.

Moral:

gue pengen lo semua bangga terhadap diri lo sendiri. karena kalo lo udah ngerasa minder, lalu siapa lagi yang mau ngehargain lo? emang sih sma 2 terkenal seantero propinsi. emang sih, secara akademis anak2 sma 2 itu hebat2.dan emang juga sih secara kasta anak 2 sma 12 itu ada jauh di bawah sma 2.tapi lo liat deh gue!!! apa gue bangga jadi anak sma2? kalo gue bisa ngulang kelulusan smp gue, pasti sma2 nggak bakal gue pilih.

liat kan, nggak ada gading yang nggak retak (oh... gading...). walopun diliat sama orang luar (anak12 tersebut) bagus, tapi ternyata di dalam sma2 sendiri (gue!!!) masih ngerasa ada borok yang nggak ada di sekolah laen.

So, be proud for your self!!!!


Mulai hari ini semua akan berubah!

diambil dari raemustarani.blogs.friendster.com pada 14 02 2006