Selasa, April 18, 2006

Mempertahankan gubuk reyot pertanian pangan Indonesia.

Pernah nggak kepikir sama kita semua, makanan apa sih yang sifatnya multilevel tapi berasal dari negara kita sendiri, Indonesia? makanan apa yang biasa dimakan sama orang Indonesia kebanyakan yang berasal dari bumi pertiwi kita sendiri?

coba kita teliti satu per satu... ini jawaban yang gue kemukakan sendiri. jadi sangat membuka kemungkinan adanya perbedaan opini dan dari itu sangat debatable.

1. tahu-tempe

siapa sih orang Indonesia yang nggak pernah makan kakak-beradik ini? terlepas dari adanya ketidaksukaan beberapa kalangan terhadap makanan ini, dan juga persepsi yang ditimbulkannya (sering diidentikkan dengan makanan kalangan bawah) kedua makanan ini adalah salah satu (atau tepatnya dua) makanan yang relatif dapat diterima berbagai kalangan di Indonesia. variasi yang dapat diciptakan pun cukup beragam, mulai dari yang sederhana dengan cara menggoreng sampe dibuat jadi burger tempe. sebelum omongan saya semakin ngelantur ke yang laen-laen, saya ingin bilang kalo tahu dan tempe itu seperti yang sudah diketahui oleh kebanyakan dari kita dibuat dari kedelai yang kebanyakan diimport dari USA. amat memalukan bagi bangsa kita, di mana makanan yang sangat kental dengan identitas bangsa ini ternyata merupakan makanan dengan kandungan "ekspatriat" cukup tinggi.

2.mie instant

makanan kedua yang menurut gue sifatnya terjangkau oleh kalangan luas adalah mie instant. bisnis mie instant di Indonesia amat menjanjikan. lihat saja bagaimana persaingan antara indofood dan wingsfood untuk merebut pangsa pasar dalam negeri. mulai dari tukang becak sampai anak menteri makan mie instant. mulai dari pak tani di desa Sumber Jaya sampai anak band asal Surabaya makan mie instant. mie instant yang kita kenal di pasaran sebagian besar terbuat dari gandum. dan jika ilmu geografi kamu nggak parah-parah amat, maka pastinya kamu tau kalo di Indonesia, tanaman gandum itu ogah tumbuh a.k.a gandum yang ada di tanah air ini adalah hasil jual beli import.

dua contoh tadi membuktikan betapa rapuhnya ketahanan pangan kita. bayangkan bila Indonesia mendapat embargo dari dunia internasional. tak terbayangkan berapa ratus pabrik mie instant skala besar yang bakalan gulung tikar. lebih dari itu berapa juta pabrik tahu dan tempe yang kebanyakan hanyalah usaha kecil yang tadinya memang sudah terjepit, juga ngikut gulung tikar. saat ini, menurut gue indonesia hanya berdaulat atas pangannya hanya pada beras semata. inipun susah payah diperjuangkan kedaulatannya. isu ratifikasi perdagangan bebas yang selalu ditekan oleh WTO kepada Indonesia selalu menghantui nasib petani-petani kita. belum lagi dengan gesekan-gesekan pikiran yang menuntun bangsa kita untuk meninggalkan beras sebagai makanan pokok kita. jika diversifikasi pangan yang terjadi adalah menuju singkong, ketan, dan mantang, tentunya ini melegakan.namun yang terjadi saat ini justru cuci otak yang mendidik bahwa makan pagi itu bakal menyita waktu terlalu lama, lebih praktis jika hanya makan ROTI atau SEREAL. perhatikan dua entitas yang ditulis dengan huruf kapital barusan. keduanya merupakan produk pangan dengan bahan dasar gandum, sama seperti mie instant, yang artinya memaksa kita untuk lebih banyak lagi mengimport gandum. doktrinasi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi multinasional seperti nestle telah menggeser sedikit demi sedikit paradigma kita atas kebutuhan kita sendiri. mereka telah mendikte apa yang kita butuhkan. sampai pada satu ketika kelak, kita akan menjadi ketergantungan atas apa yang mereka buat. dan ketika saat itu telah terjadi, maka gubuk reyot pertanian pangan indonesia pastilah sudah rata dengan tanah pertanian kita yang saat itupun sudah terbengkalai.

Mulai hari ini semua akan berubah!

diambil dari raemustarani.blogs.friendster.com pada 18 04 2006

0 tanggapan: